alexametrics

Incar Kerumunan Massa dan Petugas

Lima Bulan, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris
18 Mei 2019, 11:41:48 WIB

JawaPos.com – Pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei ternyata sudah diincar terduga teroris untuk beraksi. Sebab, pada tanggal tersebut diperkirakan ada kerumunan massa.

Menurut Dede Yusuf alias Jundi alias Bondan, serangan yang dimaksud sedianya menggunakan bom remote control. “Itu bagian dari keyakinan kami bahwa demokrasi merupakan syirik akbar yang membatalkan keislaman,” kata salah seorang terduga teroris yang telah ditangkap polisi itu di Jakarta kemarin (17/5).

Jundi adalah seorang di antara 29 terduga teroris yang ditangkap polisi sepanjang Mei ini. Menurut Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal dalam jumpa pers di Jakarta kemarin, mereka ditangkap di berbagai daerah. Di antaranya, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, Bitung, Madiun, Sukoharjo, Grobogan, dan Jakarta.

“Mereka terhubung dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah,” tutur Iqbal.

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal saat rilis penangkapan terduga teroris di Mabes Polri, Jumat (17/5). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Kelompok tersebut memiliki rencana memanfaatkan pergerakan massa saat 22 Mei. Dengan sasaran petugas keamanan dan massa. “Maka, tindakan preventif harus dilakukan,” tegas mantan Wakapolda Jatim tersebut.

Jumlah penangkapan terduga teroris sepanjang Mei itu meningkat hampir 100 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada April lalu, ada 14 orang yang ditangkap.

Sesuai dengan data Polri, selama lima bulan dalam tahun ini, ada 68 terduga teroris yang ditangkap. Perinciannya, Januari lalu empat orang ditangkap. Lalu, satu lainnya ditangkap pada Februari. Maret mengalami peningkatan dengan 20 terduga teroris dan 14 lainnya ditangkap pada April serta 29 orang lagi pada Mei.

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal didampingi Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat konfrensi pers penangkapan terduga teroris. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Delapan di antara mereka meninggal dalam proses penangkapan. Baik karena melawan petugas atau melakukan bom bunuh diri seperti kejadian bom Sibolga, Sumatera Utara.

Iqbal menambahkan, bila teror terjadi saat massa berkumpul, bisa timbul banyak korban. Meski sudah menangkap puluhan teroris, Polri tidak akan gegabah memastikan bahwa kelompok yang ingin menyerang saat 22 Mei sudah tidak berkeliaran.

“Densus 88 Antiteror terus bekerja memastikan masih ada atau tidak yang bebas,” ujarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (idr/c5/ttg)


Close Ads