JawaPos Radar

20 Tahun Reformasi, Laode: KPK Lelah Berantas Korupsi Nggak Ada Teman

18/05/2018, 20:56 WIB | Editor: Kuswandi
Laode Syarief
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Laode M Syarief menyebut lembaganya kelelahan menangani kasus korupsi di Indonesia. Ini menurutnya, karena semua perkara korupsi ditangani oleh lembaga antirasuah, padahal ada beberapa penegak hukum yang dapat membantu membasmi kasus tindak pidana korupsi.

"KPK lelah memberantas korupsi karena nggak ada temannya. Kaya sendiri. Harusnya korupsi di Indonesia harus ditangani bukan hanya oleh KPK tapi oleh semuanya," keluh Syarief, dalam acara diskusi dengan tema 'Refleksi Gerakan Antikorupsi Menjawab Tantangan 20 Tahun Reformasi', di Hotel JS Luwansa, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/5).

Hal yang membuat lelah sebagai contoh, yakni pada saat pihaknya diperlakukan di Komisi 3 DPR seperti tak ada dukungan, malah yang ada muncul tekanan di sana. 

Penyidik KPK
Penyidik KPK saat sedang melakukan penggeledahan di kantor firma hukum Fredrich Yunadi (Teguh Kautsar/JawaPos.com)

"Lihat saja saat diperlakukan di komisi tiga di DPR. Ketika beda pendapat. Yang suportif mana ada? Nggak ada, akhirnya jadi tertekan," tandasnya.

Contoh lainnya kata Syarief, mengenai agenda pemberantasan korupsi yang akan dijadikan agenda prioritas oleh presiden, hingga tingkat kepala daerah. Mereka kata Syarief seolah tak mendukung rencana tersebut.

"Kelakuan ya kurang tahu, dan kenyataan yang seperti ini, ada kasus korupsi," ujarnya.

Padahal, lembaganya sudah terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah seperti polisi dan jaksa dalam hal pencegahan, supervisi, penindakan untuk tetap melakukan monitoring.

"Melakukan monitoring. Kita melihat kebijakan ABCD dengan baik diperbaiki. Tapi tidak semua dilakukan," tukasnya.

Untuk diketahui, pada hari ini, Transparency International Indonesia mengadakan diskusi dengan tema 'Refleksi Gerakan Antikorupsi Menjawab Tantangan 20 Tahun Reformasi. Dalam diskusi tersebut, hadiri beberapa pihak sebagai pembicara, antara lain Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Rasmus Abildgaard, KH Muhammad Imam Aziz dari pihak PBNU, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Anggota Board TTI, Natalia Soebagjo.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up