alexametrics

Usai Geledah Ruangan, KPK akan Panggil Menag sebagai Saksi Kasus Rommy

18 Maret 2019, 21:38:30 WIB

JawaPos.com – Kasus dugaan suap yang menyeret Ketua Umum PPP Romahurmuziy mendapat perhatian serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihak KPK pun mengaku tak segan memanggil pejabat negara terkait untuk dimintai keterangan.

Tidak menutup kemungkinan juga Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menerima panggilan KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). “Ya, kemungkinan itu terbuka sepanjang dibutuhkan oleh (proses) penyidikan. Apalagi juga ada beberapa dokumen dan uang yang diamankan atau disita dari ruangan menteri agama hari ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Selain itu, mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu membeberkan bahwa dari hasil penggeledahan di Kemenag, tim KPK menyita uang ratusan juta rupiah dari ruangan menteri agama. Tidak hanya itu, KPK juga mengamankan sejumlah dokumen terkait perkara yang menyeret nama pejabat Kemenag daerah.

KPK, Romahurmuziy, Lukman Hakim Saifuddin,
Mentor Agama Lukman Hakim, saat diwawancarai awak media terkait ruangannya yang digeledah KPK, Senin (18/3). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

“Di kantor Kemenag, sejumlah dokumen terkait proses seleksi kepegawaian, baik bagaimana tahapannya dan juga hasil seleksi dari kepegawaian tersebut diamankan. Termasuk juga dokumen-dokumen terkait hukuman disiplin yang diberikan pada salah satu tersangka HRS (Haris Hasanuddin),” ungkapnya.

Untuk diketahui, hari ini, KPK menggeledah dua lokasi terkait kasus ini, yakni Kantor Kemenag dan Kantor DPP PPP. Di Kemenag, tim KPK menggeledah ruangan menteri agama, ruangan sekjen Kemenag, dan ruangan kabiro kepegawaian Kemenag. Sedangkan di kantor DPP PPP, KPK menggeledah ruangan ketua umum, ruang bendahara umum, dan ruang yang berisikan informasi administrasi. “Dari kantor DPP PPP misalnya diamankan dokumen-dokumen terkait dengan posisi RMY (Romahurmuziy) di PPP,” tutur Febri.

“Bukti-bukti apa pun itu disita karena diduga terkait dengan penanganan perkara dan dibutuhkan untuk mendukung proses pembuktian penanganan perkara,” tegasnya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu anggota DPR RI Romahurmuziy atau Rommy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK menduga Rommy bersama-sama dengan pihak Kemenag menerima suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Atas perbuatannya, mantan ketua umum PPP itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sementara Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Intan Piliang

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Usai Geledah Ruangan, KPK akan Panggil Menag sebagai Saksi Kasus Rommy