alexametrics

Usai Geledah Ruang Kerja Menteri Agama, Penyidik KPK Bawa Dua Koper

18 Maret 2019, 21:04:00 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan proses penyidikan kasus suap terhadap mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahumurziy. Penyidik menggeledah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Penggeledahan itu berlangsung sekitar tujuh jam. Terhitung sejak pukul 12.15 hingga pukul 19.20. Pantauan JawaPos.com di kantor Kementerian Agama (Kemenag), lima penyidik KPK keluar dari ruang kerja Lukman Hakim yang berada di lantai 2.
Mereka membawa dokumen dan uang ratusan juta rupiah.

Karo Humas Kemenag Mastuki menyatakan, pihaknya akan kooperatif terkait kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kemenag. Kasus ini telah menyeret dua pegawai Kemenag dan Romahurmuziy alias Rommy.

Usai Geledah Ruang Kerja Menteri Agama, Penyidik KPK Bawa Dua Koper

“Kami koperatif sebagaimana yang disampaikan oleh Menag Lukman Hakim. Seluruh ASN yang berkaitan khususnya untuk turut aktif memberikan informasi yang diperlukan oleh petugas KPK,” kata Mastuki di Jakarta Pusat, Senin (18/3).

Ketika ditanya soal uang ratusan juta yang disita dari ruang kerja Menag Lukman Hakim, Mastuki mengaku hal itu hanyalah sejumlah dokumen yang diperlukan penyidik untuk menjadi alat bukti.

“Dokumen yagn diperlukan oleh KPK seluruhnya. Itu ranahnya KPK. Jadi yang kami tahu yang kami dampingi adalah memberikan seluruh dokumen yang diperlukan KPK,” jelas Mastuki.

Sebelumnya, KPK menyebut menyita uang senilai ratusan juta dari ruang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Uang tersebut disita dari pnggeledahan terkait kasus dugaan suap yang membelit Rommy.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut uang yang disita tim dalam pecahan rupiah dan USD. “Disita dari ruang Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar dengan nilai ratusan juta rupiah. Nanti detailnya tentu akan di-update lebih lanjut,” katanya pada awak media, Senin (18/3).

Dalam perkara ini KPK menetapkan tiga orang tersangka. Yakninya, Anggota DPR Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK menduga Rommy menerima suap dari pejabat Kemenag agar bisa memperoleh jabatan tinggi. Temuan KPK saat OTT, Rommy menerima Rp 300 juta dari pejabat tersebut. Namun, itu bukan penerimaan pertama kali.

Atas dasar itu, Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Usai Geledah Ruang Kerja Menteri Agama, Penyidik KPK Bawa Dua Koper