alexametrics
Geledah Kantor Kemenag

Tak Hanya Duit, KPK Juga Sita Dokumen Seleksi Jabatan di Kemenag

18 Maret 2019, 22:18:02 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi rampung menggeledah kantor Kementerian Agama. Penggeledahan ini terkait dugan kasus jual beli jabatan yang membelit mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menerangkan, dari gedung Kemenag memang disita uang ratusan juta dalam bentuk rupiah dan dolar. Namun, tak hanya itu ada juga sejumlah dokumen yang diamankan. Salah satu dokumen yang dimaksud Febri terkait proses dan hasil seleksi jabatan Kemenag.

“Dari Kementerian Agama diamankan sejumlah dokumen terkait proses seleksi kepegawaian, baik bagaimana tahapannya dan hasilnya,” ucapnya pada awak media, di gedung merah putih KPK, Kuningan Persada, Senin (18/3).

Adapun ruangan yang digeledah adalah ruang Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, ruang Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan dan ruang Kepala Biro Kepegawaian Kemenag. Selain itu, KPK juga menyita dokumen terkait hukuman disiplin terhadap pejabat Kemenag yang jadi salah seorang tersangka di kasus ini. “Diamankan juga dokumen terkait hukuman disiplin yang diberikan kepada salah satu tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, Febri mengatakan, KPK juga menyita sejumlah dokumen terkait posisi Romahurmuziy (Rommy) saat menggeledah kantor DPP PPP. “Dari lokasi tersebut diamankan dan diproses lebih lanjut ke penyitaannya, dari kantor DPP PPP misalnya diamankan dokumen-dokumen terkait dengan posisi RMY (Romahurmuziy) di PPP,” jelasnya.

Rommy yang merupakan anggota Komisi XI DPR ini merupakan mantan Ketua Umum PPP. Menurut Febri, dokumen yang disita itu diperlukan untuk dianalisis lebih lanjut.

“Kalau di DPP PPP tentu saja posisi RMY sebagai ketua umum partai ya. Dokumen-dokumen itu akan dipelajari lebih lanjut,” imbuhnya.

KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag pusat dan daerah. Rommy diduga menerima total Rp 300 juta untuk mengurus proses seleksi jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Muafaq dan Haris juga ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus ini. KPK menyebut Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) ke Rommy, sedangkan Haris diduga menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy pada 6 Februari 2019.

Atas perbuatannya, Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

Tak Hanya Duit, KPK Juga Sita Dokumen Seleksi Jabatan di Kemenag