alexametrics
Diduga Kerusakan Lingkungan

Polisi Selidiki Penyebab Banjir Bandang di Sentani

18 Maret 2019, 17:30:59 WIB

JawaPos.com – Banjir bandang yang terjadi di wilayah Sentani, Jayapura, Papua diduga akibat kerusakan lingkungan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan menengarai kerusakan itu terjadi di hutan, hulu sungai yang Sabtu kemarin meluap. Sehingga, aparat kepolisian langsung terjun untuk mengetahui penyebab banjir bandang tersebut.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengaskan akan mencari aktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan tersebut. Untuk menemukannya, mereka berencana kerja sama dengan stakeholder terkait untuk melakukan penyelidikan secara terpadu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan akan dilakukan audit yang menyebabkan terjadi bencana banjir bandang tersebut.

Polisi Selidiki Penyebab Banjir Bandang di Sentani
Banjir bandang di Sentani, Jayapura (Dok BNPB)

“Kalau diakibatkan penebangan liar, sudah ada petanya siapa yang melakukan itu, siapa yang memberi izin, sudah berapa lama, kemudian ada audit dari lingkungan hidup. Kalau sudah masif tentu ada pelanggaran pidananya,” tegas dia di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Senin (18/3).

Namun penyelidikan ini, akan dilakukan setelah proses tanggap darurat selama dua minggu selesai. “Baru ada tim melakukan assessment terkiat bencana ini diakibatkan oleh apa?” sebut jenderal bintang satu itu.

Sementara itu, jumlah korban akibat bencana banjir di Sentani, Jayapura terus bertambah. Sore ini tercatat ada 79 orang meninggal dunia.

Dedi mengatakan, saat ini tim DVI Mabes Polri terus melakukan proses identifikasi terhadap puluhan jenazah itu. Sebanyak 22 jenazah yang berhasil diidentifikasi pun telah dikembalikan kepada pihak keluarga. “Sisanya kalau sudah diidentifikasi, rencananya DVI akan serahkan kembali (ke keluarga),” ujarnya.

Untuk korban luka-luka, masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Tim SAR sendiri terus melakukan evakuasi terhadap korban karena wilayah yang berdampak cukup luas.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Desyinta Nuraini

Copy Editor :

Polisi Selidiki Penyebab Banjir Bandang di Sentani