alexametrics

Soal Restitusi Korban Perkosaan, Ini Kata Pakar Psikologi Forensik

18 Februari 2022, 09:35:16 WIB

JawaPos.com–Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jawa Barat melakukan upaya hukum banding terhadap putusan Hakim PN Bandung atas kasus Herry Wirawan terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Bandung.

Salah satu permasalannya adalah soal pembebanan biaya restitusi. Deputi Perlindungan Khusus Anak, KemenPPPA Nahar menilai, putusan hakim terkait restitusi terhadap anak korban persetubuhan tidak dapat dibebankan kepada KemenPPPA.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyatakan, memang restitusi tidak dibayar oleh negara. Istilah restitusi dipakai untuk ganti rugi dari pelaku langsung ke korban kejahatan. Dalam hal ini adalah kejahatan seksual terhadap anak.

”Tapi bukan berarti negara bisa berlepas tangan begitu saja ketika terjadi peristiwa kejahatan,” ujar Reza.

Dia menjelaskan, banyak negara sudah mengadakan crime victim fund sebagai bentuk ganti rugi dari negara bagi korban. Besarannya fantastis, mencapai lebih dari 800 miliar dolar per tahun yang didepositkan ke rekening Federal Crime Victim Fund.

”Itu kebijakan di Amerika Serikat. Indonesia patut meniru,” tutur Reza.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Saksikan video menarik berikut ini: