alexametrics

Firli Cs Diminta Tak Sepihak Mengembalikan Kompol Rossa

18 Februari 2020, 10:15:16 WIB

JawaPos.com – Surat keberatan yang dilayangkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rossa Purbo Bekti kepada pimpinan KPK dinilai merupakan hal yang tepat. Hal itu dilakukan semata untuk mengingatkan pimpinan KPK agar tidak sewenang-wenang.

Surat keberatan itu dilayangkan Kompol Rossa setelah mengetahui bahwa mutasi yang dilakukan Firli Bahuri Cs dilakukan secara sepihak tanpa sepengetahuan Kapolri Jenderal Idham Azis. Sebab, Rossa dinyatakan sudah tidak bekerja lagi di KPK sejak 1 Februari 2020.

“Ini langkah yang bagus untuk mengoreksi tindakan pimpinan KPK sekarang dan sekaligus mendudukan perkara ini dengan lebih transparan,” kata koordinator Public Interest Lawyer Network (Pilnet) Indonesia, Erwin Natosmal Oemar kepada JawaPos.com, Selasa (18/2).

Erwin memandang, aksi Kompol Rossa yang menyurati Ketua KPK Firli Bahuri sebagai koreksi agar pimpinan KPK jilid V tak sewenang-wenang memutasi secara sepihak. Firli Cs pun diminta untuk jujur dalam polemik ini. “Tindakan ini sekaligus jadi pembelajaran untuk memperbaiki sistem promosi dan mutasi di kedua kelembagaan,” tegasnya.

Sementara itu, pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai, aksi yang dilakukan Kompol Rossa merupakan langkah yang elegan dalam negara demokratis. Menurutnya, seorang bisa mengajukan keberatan melalui proses administrasi yang sesuai.

“Ini langkah bagus dan elegan dalam konteks negara demokratis yang memang menyediakan forum untuk ini melalui UU ASN. Seseorang bisa mengajukan keberatan melalui proses adminstrasi (administatie beroef) baik kepada pejabat yang mengeluarkan keputusan maupun kepada atasannya,” ucap Fickar.

Tindakan kesewenangan Firli pun seharusnya dapat disesali. Jenderal bintang tiga itu disebut menyepelekan Polri dan KPK untuk mengembalikan Kompol Rossa ke Polri.

“Inilah akibatnya jika pejabat negara aktif di polusi yang juga menjabat Ketua KPK, ada kecenderungan menganggap enteng bahkan bisa mengecilkan peran lembaga. Sehingga sadar atau tidak sudah bertindak sewenang-wenang mencatut nama atasan yakni Kapolri,” pungkasnya.

Sebelumnya, polemik pengembalian penyidik KPK Rossa Purbo Bekti masih terus bergulir. Tak terima dimutasi sepihak ke institusi asalnya di Mabes Polri, penyidik lembaga antirasuah itu pun disebut membuat surat keberatan kepada pimpinan KPK.

“Iya membuat surat keberatan diterima pimpinan,” kata sumber JawaPos.com yang enggan disebut identitasnya, Senin (17/2).

Polemik itu berbuntut panjang lantaran dalam salah satu media massa, Ketua KPK Firli Bahuri disebut penarikan Kompol Rossa atas persetujuan Kapolri Jenderal Idham Azis. Namun, Idham baru belakangan mengetahui polemik pengembalian Kompol Rossa. “Surat itu infonya diterima Pak Firli,” jelasnya.

Padahal, dalam beberapa kesempatan Firli Bahuri menegaskan pemulangan penyidik Rossa Purbo Bekti ke institusi asalnya di Mabes Polri sesuai mekanisme yang berlaku. “Yang jelas kita sudah melakukan komunikasi kita bersinergi,” tukas Firli di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2).

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads