alexametrics

Lolos dari Hukuman Mati, Heru Hidayat Divonis Nihil di Kasus ASABRI

18 Januari 2022, 23:03:18 WIB

JawaPos.com – Terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Heru Hidayat divonis nihil oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Heru Hidayat terbukti terlibat dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dan investasi ASABRI yang merugikan keuangan negara Rp 22,7 triliun.

Vonis nihil ini artinya tidak ada penambahan hukuman pidana penjara, lantaran hukuman yang diterima oleh terdakwa dalam kasus sebelumnya jika diakumulasi sudah mencapai batas angka maksimal yang diperbolehkan oleh ketentuan undang-undang. Sebagaimana diketahui, Heru Hidayat telah divonis seumur hidup dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Terbuki secara sah dan meyakinkan melakukan tipikor dan TPPU sebagaimana dalam dakwaan primer, menjatuhkan pidana dengan pidana nihil,” kata Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/1).

Heru Hidayat tetap dibebankan hukuman tambahan berupa uang pengganti senilai Rp 12,6 triliun.

Dalam menjatuhkan putusan ini, hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan, perbuatan Heru Hidayat merupakan kejahatan extraordinary crime yang artinya korupsi dapat berdampak pada bangsa dan negara.

“Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian sebesar Rp 22 triliun, sedangkan penyitaan aset hanya Rp 2 triliun tidak sebanding dng perbuatan terdakwa. Terdakwa merupakan terpidana kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya,” beber Hakim Eko.

Sementara itu, untuk hal yang meringankan meskipun di persidangan terungkap hal-hal yang meringankan, perbuatan tersebut tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa. Sehingga keadaan meringankan dikesampingkan oleh hakim.

Hukuman Heru Hidayat ini lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam sidang tuntutan beberapa waktu lalu, jaksa meminta hakim menjatuhkan hukuman mati.

Heru terbukti melakukan perbuatan dalam dua dakwaan, yaitu dakwaan pertama Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: