JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pelaporan Grace Natalie Hanya Cari Sensasi

17 November 2018, 08:27:15 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pelaporan Grace Natalie Hanya Cari Sensasi
Ketua Umum PSI Grace Natalie (kanan). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Sikap politik Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang menolak perda syariah dan injil berbuntut panjang. Mantan penyiar televisi itu dipolisikan oleh pihak Sekjen Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair, karena dianggap melakukan penistaan agama.

Namun sikap Zulkhair melalui kuasa hukumnya, Eggi Sudjana, tidak mendapat respons positif oleh sejumlah pihak. Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggu Nahdlatul Ulama (LPT NU) Syafiq Hasyim misalnya. Menurut dia, sikap Grace sudah benar karena ingin ada kesetaraan. Tidak mayoritas dan minoritas. "Sudah benar apa yang dikatakan Grace," ujar Syafiq kepada JawaPos.com, Sabtu (17/11).

Lebih jauh dikatakannya, Indonesia bukanlah negara berbasiskan agama, melainkan Pancasila. Sistem hukumnya pun bukan agama, sehingga tidak bisa dijadikan rujukan untuk pelaporan Grace Natalie.

"Agama memang tidak bisa dijadikan perda secara langsung. Karena sistem hukum kita bukan hukum agama. Agama bisa menjadi inspirasi sebuah hukum, namun bukan agamanya yang menjadi hukum," katanya.

Oleh sebab itu, imbuhnya, sikap Eggi Sudjana yang mempolisikan Grace Natalie dianggap sebuah keanehan dan terkesan mencari sensasi saja. Apalagi menggunakan pasal penodaan agama. "Pendapat saya demikian (hanya mencari sensasi). Apalagi sampai menggunakan pasal penodaan agama," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhammad Abdullah Darraz. Dia menilai langkah hukum yang diambil Eggi Sudjana tidak perlu. "Enggak perlu enggak penting dilakukan kalau kita sudah konsisten pada Pancasila," katanya kepada wartawan, Jumat (16/11).

Darraz mengungkapkan, perda syariah dan injil tersebut merupakan kecenderungan dari politik identitas. Perda itu bisa menjadi pemantik perpecahan di masyarakat nantinya.

Buktinya bapak bangsa menyadari bahwa masyarakat di Indonesia beragama. Untuk Makanya, pada sila pertama Pancasila dituliskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama itu memasukkan unsur tersebut secara global. "Pendiri bangsa juga enggak mau itu (menonjolkan ego, red). Mereka memaklumi kita ini beragama. Agama itu dirangkul," jelasnya.

Darraz berharap tidak ada perda Syariah maupun injil yang teralisasi nantinya. Keberadaan aturan tersebut dikhawatirkan akan memicu perpecahan di masyarakat. "Adanya perda itu (syariah dan injil) malah menonjolkan egoisme masing-masing agama, walaupun saya yakin masing masing agama mengajukan itu. Tapi Perda itu bisa jadi cikal bakal perpecahan. Mari kembali ke Pancasila, " tutupnya.

Sebelumnya, Eggi Sudjana mempolisikan Ketua Umum PSI Grace Natalie. Dalam laporannya, Eggi menilai pernyataan Grace Natalie tiga kali lebih parah dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Statemen Grace itu diduga mengandung penistaan agama. Sebab, menyatakan perda tersebut menimbulkan ketidakadilan, diskriminasi, serta intoleransi.

Dia menyinggung soal Ahok pada 2016 lalu. Ketika itu pernyataan Ahok yang dianggap mengandung unsur penistaan agama karena meminta masyarakat tidak mau dibohongi oleh surat al-Maidah ayat 51.

Sementara untuk Grace, kata pengacara yang menjadi caleg itu, pernyataan Grace tersebut bertentangan dengan surah an-Nisa ayat 135. Ayat tersebut menyatakan, Allah menekankan agar manusia tidak mengikuti hawa nafsu, menyimpang dari kebenaran, dan berlaku tidak adil.

Selain itu juga bertentangan dengan surah al-Maidah ayat 8 yang menyatakan agar kebencian pada suatu kaum tidak membuat berlaku tidak adil.

Adapun laporan terhadap Grace diterima dengan nomor laporan polisi LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM tertanggal 16 November 2018. Grace dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 156A KUHP, Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 14 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.‎

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up