JawaPos Radar

DPR Minta Kaca Film Anti-Peluru, Polri Jawab Begini

17/10/2018, 15:02 WIB | Editor: Bintang Pradewo
DPR Minta Kaca Film Anti-Peluru, Polri Jawab Begini
DPR minta kaca film anti-peluru (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Posisi Lapangan Tembak Senayan lokasinya cukup strategis. Namun tidak halnya bagi Gedung DPR yang berseberangan langsung.

Benar saja, beberapa kali peluru menyasar ke ruangan anggota. Terakhir diketahui hari ini, dua proyektil kembali ditemukan pasca insiden peluru nyasar pada Senin (15/10) kemarin. 

Muncul usulan dari Ketua DPR Bambang Soesatyo agar sejumlah ruangan di Gedung DPR kacanya dilapis dengan kaca film antipeluru. Namun menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, hal itu perlu dikaji lebih dalam.

DPR Minta Kaca Film Anti-Peluru, Polri Jawab Begini
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto (Dok JawaPos.com)

"Karena ini menyangkut anggaran, pembangunan, bisa juga dilapis satu lapisan tertentu menahan peluru, tetapi apa itu efektif atau tidak, itu perlu dikaji lagi," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/10).

Ketimbang dilapis kaca film anti-peluru, dia berpendapat, agar lebih baik Lapangan Tembak Senayan yang perlu diperbaiki. "Perlu kita perbaiki berikan penahan. Jangan sampai ada tembakan keluar," imbuhnya.

Atau bisa saja lapangan tersebut dipindah. "Ya memungkinkan (dipindah), tapi itu punya sejarahnya panjang. Dulu lapangan tembak sampai Hotel Mulia," kata Setyo.

Namun kalau diperhatikan, menembak menurutnya olahraga paling aman jika dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang benar.

"Tapi kemarin dia (IAW) mencoba-coba dengan alat tertentu yang seharusnya tidak boleh dilakukan, itu ya terjadilah risiko tembakan nyasar kemana-mana," jelasnya.

Diketahui, dua buah peluru kembali ditemukan di dua ruangan anggota DPR. Yakni di di ruangan 2003 lantai 20, Gedung Nusantara I DPR, yan merupakan ruang kerja anggota Komisi VII, Totok Daryanto nomor 2003. Serta, ruang 1008 dihuni oleh Anggota DPR F-PD Vivi Sumantri Jayabaya.

Sementara pada Senin kemarin, peluru menyasar ruang 1313 milik Bambang Heri Purnama dari Fraksi Partai Golkar dan ruangan 1601 milik anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw.

Adapun atas kejadian ini, Polda Metro Jaya menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yakni, IAW dan RMY yang merupakan pegawai negeri sipil di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

(dna/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up