JawaPos Radar

Krishna Murti Beberkan Fitnah yang Menerpa Dirinya

17/09/2016, 11:24 WIB | Editor: Ilham Safutra
Krishna Murti Beberkan Fitnah yang Menerpa Dirinya
Kombes Krisnha Murti (dok.Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com BANDARLAMPUNG - Pemberitaan yang menyebutkan Kombes Krishna Murti terlibat kasus penganiayaan terhadap teman wanitanya menghebohkan publik.

Akibatnya Wakapolda Lampung itu merasa terusik dan difitnah. Lantas agar isu itu tidak berkembang kemana-mana, mantan Direskrimum Polda Metro Jaya itu pun membeberkan kronologi hal yang dianggap fitnah menimpa dirinya.

Kepada Radar Lampung (Jawa Pos Group), alumnus Akpol angkatan 1991 itu  menceritakan,fitnah itu berawal dari pemberitaan di salah satu situs berita berjudul Bekas Pejabat Polda Metro Jaya Terkenal Diduga Aniaya Teman Wanitanya.

Berita itu lalu menjadi viral, kemudian mengundang pertanyaan publik. "Meski dalam berita itu tidak menyebutkan nama, arahnya jelas ke saya. Padahal, saya tidak melakukan seperti yang dituduhkan itu,” ujar Krishna.

Kini, yang bisa dilakukan mantan Kapolsek Penjaringan Jakarta Utara itu yakni menunggu penyelidikan yang dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri terkait berita yang beredar tersebut.

"Kan katanya propam akan menyelidiki tentang berita itu, bukan tentang saya lho. Nah, kita tunggu saja kerjanya, dan hasilnya kita serahkan kepada propam. Biarlah kebenaran akan terungkap sendiri,” ucapnya.

Krishna menyadari bahwa dalam menjalankan tugas sebagai prajurit polri, diriinya menganggap jabatan itu hanyalah amanah yang harus dipertanggungjawabka kepada Tuhan dan publik.

"Saya tidak ada masalah, apakah dipertahankan atau ditempatkan di tempat lain, karena itu semua pertimbangan pimpinan. Itu (jabatan dan amanah) sudah jalan Tuhan,” jawabnya.

Dia menyadari, bahwa menjadi seorang polisi itu memang penuh risiko. Mulai tertembak, meninggal dunia saat bertugas, bahkan ditangani secara hukum ketika salah dalam menangani perkara, sampai difitnah seperti yang dialaminya sekarang.

"Semua pekerjaan itu ada risiko. Polisi bergerak juga pasti ada risiko. Terpenting bagaimana menyikapi risiko itu,” ungkap KM.

Karenanya terkait adanya fitnah yang menerpa ini, ia bakal menyikapinya dengan tenang. Sebab, tidak ada kewajibannya untuk membuktikan. (p4/c1/whk/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up