Ari Dono Jadi Wakapolri, IPW Nilai Idham Aziz Cocok Jadi Kabareskrim

17/08/2018, 12:26 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penunjukkan Komjen Pol Ari Dono Sukmanto sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol Syafruddin diapresiasi Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane. Sebab, tidak ada "aksi lompat pagar" dalam penempatan jabatan tersebut.

Diketahui, Ari Dono merupakan salah satu Komjen Senior yang juga satu angkatan dengan Wakapolri sebelumnya, Syafruddin. Yakni Akpol 85.  "Dengan demikian jajaran kepolisian maupun masyarakat percaya pada sistem kaderisasi di Polri," ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (17/8).

Kata Neta, jika "aksi lompat pagar" di biarkan terjadi di Polri, kader-kader kepolisian akan frustrasi dan mereka akan hilang harapan karena sistem kaderisasi tidak punya kejelasan. Terlebih, Wakapolri adalah jabatan karir paling tinggi di kepolisian, sedangkan jabatan Kapolri lebih bersifat politis dan menjadi hak prerogatif presiden. 

Sehingga, pejabat tinggi yang berhak ikut dipilih dalam Wanjakti adalah Pati yang berpangkat Komjen, meski kemudian penentuan finalnya tetap Kapolri yang memutuskan. "Sistem urut kacang yang tentunya mempertimbangkan kualitas , kapasitas dan kapabilitas para calon ini akan lebih menghargai institusi ketimbang membiarkan adanya aksi lompat pagar dalam penunjukkan jabatan Wakapolri," tutur Neta.

Lebih lanjut dia mengatakan, Ari Dono sendiri sudah cukup lama bertugas di lingkungan elit Mabes Polri. Dimulai dari Wakabareskrim dan Kabareskrim.

Untuk itu, Neta berpendapat Ari Dono sangat memahami dinamika yang terjadi di tataran elit kepolisian dan pemilihannya sebagai Wakapolri adalah solusi yang tepat di tengah panasnya tarik menarik proses pemilihan Wakapolri. 

"Dengan naiknya Ari Dono dipastikan Kapolda metro Idham Azis akan menjadi Kabareskrim menggantikan posisi yang ditinggalkan Ari Dono," sebut dia.

Nah yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, siapa jenderal yang menggantikan posisi Idham Aziz sebagai Kapolda Metro Jaya. "Apakah Kakorbrimob Rudi bersedia, setelah kasus videonya yang memalukan itu viral? Kita tunggu saja," pungkas Neta.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi