JawaPos Radar

KPK Bekukan Rekening Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

17/07/2018, 12:29 WIB | Editor: Kuswandi
Penyidik KPK
Ilustrasi: Penyidik KPK saat sedang melakukan penggeledahan di kantor firma hukum Fredrich Yunadi (Teguh/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pembekuan rekening terhadap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan beberapa tersangka lain. Selain mengajukan pembekuan rekening ke para tersangka, penyidik juga membekukan rekening milik salah satu saksi yang sudah dicegah bepergian ke luar negeri.

Alasannya dilakukan pembekuan rekening, karena ada kaitannya dengan kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh.

"Salah satu saksi yang dicegah ke luar negeri, Rekening saksi dibekukan karena diduga terkait dengan kasus yang sedang disidik KPK," ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (17/7).

Saat ditanyai apa nama tersebut ialah Steffy, perempuan yang disebut-sebut dekat dengan Irwandi, mantan aktivis ICW ini mengaku akan memastikannya terlebih dahulu baru bisa disampaikan kepada publik.

Yang pasti, surat pengajuan pembekuan rekening terhadap para tersangka yakni Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, Syaiful Bahri dan Ahmadi sudah disampaikan pada bank yang bersangkutan.

"KPK juga telah mengirimkan surat pada bank untuk pembekuan rekening para tersangka dan salah satu saksi yang dicegah ke luar negeri," tukasnya.

Sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi bergerak cepat menelisik peranan para pihak yang diduga terkait dengan kasus dugaan penyuapan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Dalam rangka mencari bukti-bukti tambahan dan menggali informasi penting, penyidik mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap Fenny Steffy Burase kepada pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM.

Pencegahan terhadap orang yang disebut-sebut sebagai teman dekat Irwandi ini, dilakukan selama enam bulan ke depan untuk kepentingan penyidikan. Selain mengajukan pencegahan kepada Steffani, penyidik juga mengajukan pencegahan terhadap tiga pihak lain.

“Dilakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 4 orang selama 6 bulan terhitung Jumat, 6 juli 2018, yaitu, Nizarli(Kepala Unit Layanan Pengadaaan/ULP Aceh),Rizal Aswandi(mantan Kadis PU Aceh), Fenny Steffy Burase (Tenaga Ahli Aceh Marathon 2018) dan Teuku Fadhilatul Amri,” terang juru bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu (7/7).

Terkait pencegahan tersebut, menurut Febri, dilakukan agar sewaktu-waktu dibutuhkan keterangannya, yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri.

“Pihak-pihak tersebut perlu dicegah ke LN agar saat dibutuhkan keterangannya, dapat dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait Pengalokasian dan Penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) TA 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima, penyidik KPK menetapkan Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan Syaiful Bahri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, sebagai pihak pemberi, Ahmadi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up