alexametrics

KPK Berharap Pimpinannya Ke depan Miliki Sikap Antikorupsi

17 Juni 2019, 16:44:39 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam proses seleksi calon pimpinan KPK periode 2019-2023. Lembaga antirasuah berharap, ke depan, para calon pimpinan KPK benar-benar memiliki sikap dan nilai antikorupsi.

Sejak Senin (17/6) ini, panitia seleksi membuka pendaftaran para calon pimpinan KPK. Mereka yang ingin mendaftar harus memenuhi syarat menjadi calon pimpinan KPK dan telah mendaftarkan diri sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan.

“Berharap mereka yang terpilih nanti dapat memimpin upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK secara lebih efektif dan efisien, serta mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Senin (17/6).

Selain itu, KPK juga mengajak pihak-pihak lain untuk memberikan informasi tentang para calon yang mengikuti proses seleksi tersebut. Hal ini penting agar dapat membantu panitia seleksi untuk memilih calon yang terbaik.

“KPK secara institusional juga akan memberikan informasi rekam jejak pada pansel sesuai dengan nama yang diajukan nantinya. Hal ini juga sudah disampaikan oleh pihak pansel saat bertemu pimpinan KPK sebelumnya,” ujar Febri.

Untuk mendukung penyebarluasan informasi proses seleksi, kata Febri, publik dapat mengunjungi website kpk.go.id. Dalam lama tersebut memberikan informasi tentang pengumuman pendaftaran seleksi calon pimpinan KPK masa jabatan 2019-2023.

Dokumen dan proses lebih lanjut dapat diketahui publik melalui website Kementerian Sekretariat Negara RI https://www.setneg.go.id/view/index/seleksi_calon_pimpinan_komisi_pemberantasan_korupsi.

Sementara itu, Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, berharap orang-orang terbaik dari akademisi maupun pegiat antikorupsi dapat ikut mendaftar sebagai calon pimpinan KPK.

“Jangan sampai pimpinan KPK yang dipilih merupakan pimpinan yang punya dosa masa lalu, sehingga tidak berani melangkah. Karena tersandera yang mengakibatkan takut menangkapi koruptor karena kekhawatiran akan terus diungkit-ungkit,” kata Ketua WP KPK, Yudi dalam keterangan, Senin (17/6).

Selain itu, Yudi menyebut ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai calon pimpinan KPK. Hal itu, salah satunya diatur dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

“Tidak pernah melakukan perbuatan tercela, tentu yang dimaksud tercela adalah perbuatan yang dianggap oleh hukum sebagai kejahatan pidana, pelanggaran etika profesi sebelumnya, ataupun melakukan tindakan yang tidak pantas menurut masyarakat,” urai Yudi.

Oleh karena itu, kata Yudi, perlu adanya penelusuran rekam jejak, wawancara mendalam, hingga keterlibatan masyarakat dalam proses seleksi calon pimpinan KPK.

“Sehingga keterbukaan sangatlah perlu jika nanti diumumkan kenapa calon ini gagal dan kenapa calon ini berhasil ke tahap selanjutnya,” terang Yudi.

Yudi berharap, pimpinan KPK ke depan secara keilmuan berkualitas, berintegritas, serta tidak tersangkut korupsi-gratifikasi, permasalahan etik. tak pernah terlibat narkoba, berideologi komunis, bahkan terorisme.

“Seluruh masyarakat Indonesia pun berharap bahwa pimpinan KPK periode 2019-2023 merupakan orang terbaik bangsa ini yang akan memberantas korupsi tanpa pandang bulu,” pungkas Yudi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads