alexametrics

KPK Geledah Sejumlah Tempat Terkait Gratifikasi Izin Alfamidi

17 Mei 2022, 13:12:01 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak tinggal diam dalam mengusut kasus dugaan suap izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020, yang menjerat Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di sejumlah tempat untuk mencari alat bukti kasus tersebut.

“Benar, hari ini (17/5) Tim Penyidik melaksanakan upaya paksa penggeledahan di wilayah Kota Ambon,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa (17/5).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, penggeledahan dilakukan di lingkungan Pemerintah Ambon, diantaranya beberapa kantor SKPD pada Pemkot Ambon. Upaya penggeledahaan sampai saat ini masih berlangsung.

“Saat ini kegiatan sedang berlangsung.
Untuk update perkembangannya nantinya akan kami sampaikan kembali,” tegas Ali.

KPK menetapkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon dan penerimaan gratifikasi. KPK juga menetapkan Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemkot
Ambon, Andrew Erin Hehanussa dan karyawan Alfamidi Kota Ambon, Amri sebagai tersangka.

KPK menduga Richard menerima suap terkait izin pembangunan cabang Alfamidi di Kota Ambon. Amri aktif berkomunikasi hingga bertemu dengan Richard agar proses perizinan Alfamidi bisa segera disetujui dan diterbitkan. Atas permintaan itu, Richard memerintahkan Kepala Dinas PUPR Pemkot Ambon untuk memproses dan menerbitkan berbagai permohonan izin, di antaranya surat izin tempat usaha (SITU), dan surat izin usaha perdagangan (SIUP)

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads