JawaPos Radar

Politikus PKB Penuhi Panggilan KPK Jadi Saksi Kasus Suap Proyek Kemen-PUPR

17/03/2016, 14:50 WIB | Editor: admin
Politikus PKB Penuhi Panggilan KPK Jadi Saksi Kasus Suap Proyek Kemen-PUPR
ilustrasi (Doc. jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Fathan memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fathan akan diperiksa sebagai saksi untuk Anggota Komisi V DPR, Budi Supriyanto, tersangka dugaan suap terkait penggiringan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) tahun 2016.

Ini adalah pemeriksaan kedua Fathan sebagai saksi untuk kasus yang sama. Sayangnya, Fathan pelit bicara saat tiba di KPK pada pukul 13.15 WIB.

"Nanti lah, kita naik dulu (menjalani pemeriksaan)," kata Fathan singkat sembari masuk ke gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/3).

Selain Fathan, KPK menjadwalkan tiga saksi lain dalam kasus tersebut. Yakni, Sekjen DPR Winantuningtyastiti, Anggota Komisi V DPR Fauzi H Amro, dan Anggota DPR Fraksi PKB Alamuddin Dimyati Rois.

Menurut Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati, baru dua orang saksi yang hadir dalam pemeriksaan hari ini.

"Saksi BSU yang belum datang Alamuddin dan sekjen DPR," kata Yuyuk saat dikonfirmasi.

KPK menetapkan Politikus Golkar Budi Supriyanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penggiringan proyek pembangunan jalan di Kemen-PUPR pada 2 Maret 2016. Budi diduga menerima suap sebesar SGD 305.000 dari Direktur PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir.

Suap itu diberikan agar Budi selaku anggota komisi V DPR mengawal proyek pembangunan jalan di Pulau Seram mendapatkan anggaran dari pemerintah yang dicairkan melalui Kemen-PUPR.

Selasa (15/3) lalu, KPK menahan Budi Supriyanto di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Penahanan itu dilakukan menyusul penjemputan paksa Budi di RS Roemani Muhammadiyah Semarang.

Sebab, Budi telah mangkir dari panggilan penyidik sebanyak dua kali tanpa alasan yang patut. (put/jpg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up