alexametrics

Berkas Kasus P-21, Eks Bos Lippo Cikarang Siap Disidang Kasus Meikarta

17 Januari 2020, 20:03:08 WIB

JawaPos.com – Kasus dugaan suap Meikarta dengan tersangka eks Presiden Direktur (Presdir) Lippo Cikarang Bartholomeus Toto masuk babak baru. Berkasnya sudah lengkap alias P-21. Dengan demikian mantan, bos Lippo Cikarang itu sudah masuk dalam daftar jadwal sidang di Pengadilan Tipikor Bandung.

“Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti, dan tersangka BTO (Bartholomeus Toto) terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi ke penuntutan tahap dua,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam pesan singkatnya, Jumat (17/1).

Dengan adanya pelimpahan berkas tersebut, kini tim jaksa penuntut umum KPK memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan. Rencananya, persidangan digelar di Pengadilan Negeri Bandung dalam waktu dekat. “Rencana sidang akan dilakukan di PN Bandung,” ucap Ali.

Berkas perkara tersebut dilimpahkan setelah gugatan praperadilan Toto ditolak oleh PN Jakarta Selatan. Hakim Tunggal Sujarwanto menegaskan bahwa penetapan status tersangka terhadap Toto telah sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Di sisi lain, Toto bersikukuh mengaku tidak terlibat dalam kasus suap izin proyek Meikarta. Meski menandatangani berkas penyidikan, Toto meyakini dirinya tetap merasa tidak bersalah dalam kasus tersebut.

“Hari ini, saya menandatangani berkas saya sudah P-21. Sampai saat ini saya tidak mengerti apa yang ditersangkakan kepada saya,” klaim Toto di Gedung KPK.

Dengan kasus tersebut, Toto mengaku siap menantang KPK untuk membuktikan keterlibatan dirinya dalam proses penerbitan izin Meikarta yang berujung rasuah tersebut. Menurut dia, pembuktian itu harus dibuktikan dalam persidangan.

“Saya meyakini pimpinan KPK di bawah Pak Firli bersama Dewas akan memperhatikan kasus saya. Nanti teman-teman media agar mengikuti persidangan untuk melihat fakta yang ada,” tegasnya.

Sebelumnya, Bartholomeus Toto dan Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK.

Toto diduga menyuap mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin senilai Rp 10,5 miliar. Uang diberikan kepada Neneng melalui orang kepercayaannya dalam beberapa tahap.

Sementara itu, Iwa diduga telah menerima uang Rp 900 juta dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili untuk menyelesaikan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Perda RDTR Kabupaten Bekasi itu diperlukan untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta.

Uang yang diberikan Neneng Rahmi kepada Iwa diduga berasal dari PT Lippo Cikarang. PT Lippo Cikarang sendiri disinyalir merupakan sumber uang suap untuk sejumlah pihak dalam mengurus perizinan proyek Meikarta.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads