alexametrics
Dugaan Suap Proyek Meikarta

Sebelum Ajukan IMB, Ajudan Sebut Bos Lippo Group Sambangi Rumah Neneng

17 Januari 2019, 06:10:59 WIB

JawaPos.com – Sebanyak lima saksi dihadirkan dalam persidangan lanjutan kasus suap perizinan proyek Meikarta di ruang sidang 2 Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (16/1). Kelimanya memberikan kesaksiannya soal dugaan suap Meikarta.

Saksi yang dihadirkan yaitu eks ajudan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin, Acep Eka Pradana; ajudan pribadi Bupati Bekasi, Agus Salim; seorang wiraswasta, Asep Efendi; Staf Analis Bidang Tata Ruang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Kusnadi Indra Maulana; serta Kasubag Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Marfuah Afwan.

Kelimanya dijadikan saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas terdakwa Billy Sindoro, Hendry Jasmen, Taryudi, dan Fitrajaya Purnama. Para terdakwa merupakan pengembang megaproyek properti Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Dalam kesaksian Acep mengungkapkan, adanya pertemuan antara Neneng dengan bos Lippo Group James Riady di rumah pribadi Neneng pada awal 2018. Acep menerima telepon bahwa akan ada pertemuan tersebut.

“Dapat telepon kalau Pak James Riady akan menghadap (Neneng). Saat itu saya langsung sampaikan. Tidak lama James datang,” kata Acep di PN Bandung, Rabu (16/1).

Setelah pertemuan tersebut, pihak Lippo mengajukan permohonan IMB untuk 53 apartemen dan 13 basement dalam proyek Meikarta. Kemudian permohonan dilayangkan pihak Dinas PMPTSP Kabupaten Bekasi.

Selain itu, juga dalam kesaksian lain Kusnadi menjelaskan terkait proses permohonan izin peruntukan dan pengelolaan tanah (IPPT) yang diajukan. Bahwa IPPT dari Meikarta seluas 143 hektare. Namun hanya disetujui seluas 84,6 herktare.

Bahkan pengajuan tersebut tidak melalui Neneng secara langsung melainkan via Kabid Tata Ruang DPMPTSP Deni Mulyadi. “Pengajuannya (IPPT) langsung ke kantor, dengan syarat untuk mendapatkan IMB,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya, mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengaku bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp 10 miliar dari pihak Meikarta soal pengurusan IPPT.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Siti Fatonah


Close Ads
Sebelum Ajukan IMB, Ajudan Sebut Bos Lippo Group Sambangi Rumah Neneng