alexametrics

Periksa Anggota DPRD Bekasi, Febri: Didalami Plesiran ke Luar Negeri

17 Januari 2019, 16:03:37 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi masih memeriksa 5 anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Adapun, pemeriksaan yang dijalaninya terkait kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta. “Saksi yang diperiksa telah datang dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Kamis (17/1).

Adapun kelima saksi tersebut ialah Abdul Rosid Sargan, Sarim Saepuddin, Haryanto, Suganda Abdul Malik, dan Nyumarno. “Iya kelimanya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin,” ujarnya.

Dia menyebut ada yang didalami penyidik terhadap lima saksi salah satunya mengenai posisi pansus Daerah Tata Ruang (RDTR), maupun informasi terkait sejumlah anggota DPRD plesiran ke negara Thailand.

“Secara variatif, ada yang didalami dengan pengetahuan dan perannya dalam proses perubahan aturan tata ruang di Kab. Bekasi tersebut,” katanya.

“Serta ada saksi yang juga diklarifikasi terkait dengan perjalanan ke Thailand. Kami belum bisa sampaikan secara lebih rinci informasi pemeriksaan per saksi,” tambahnya.

Selama proses penyidikan, KPK menemukan adanya dugaan pembiayaan jalan-jalan ke luar negeri, salah satunya ke Thailand, bagi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

Pemberian fasilitas itu diduga berkaitan dengan proses perizinan Meikarta yang membutuhkan revisi peraturan daerah soal tata ruang.

Lebih lanjut, Febri  juga menyatakan ada pengembalian uang Rp 180 juta dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Dari jumlah itu, Rp 70 juta berasal dari salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi.

Dalam kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) ini, KPK menetapkan sembilan tersangka, termasuk Neneng, yang saat itu menjadi bupati aktif.

Kini, sudah ada empat orang yang sudah masuk ke tahap persidangan, yakni Billy Sindoro, Henry Jasmen P Sitohang, Fitradjaja Purnama, dan Taryudi.

DPRD Kabupaten Bekasi juga disebut-sebut dalam dakwaan Billy Sindoro dkk. Penyebutan itu terkait dengan adanya dugaan penyerahan uang dari karyawan Lippo Cikarang kepada Kadis PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin untuk penandatanganan oleh DPRD Kabupaten Bekasi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang


Close Ads
Periksa Anggota DPRD Bekasi, Febri: Didalami Plesiran ke Luar Negeri