alexametrics

2 Minggu Pasca Pembantaian, Warga Yigi Papua Masih Ngungsi

16 Desember 2018, 16:12:49 WIB

JawaPos.com – Sepi masih menyelimuti Distrik Yigi pasca penyerangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dua pekan lalu. Hanya ada beberapa masyarakat yang masih bertahan di kampung itu.

“Kehidupannya masih belum normal, masih sepi, tidak seperti di Mbua, Mbua sudah seperti biasa, aktivitas sudah seperti biasa,” ujar Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (16/12).

Kata dia, sejak satu hari sebelum pembantaian pekerja di Bukit Puncak Kabo, sebagian besar masyarakat Distrik Yigi mengungsi ke distrik lain yang dianggap lebih aman. Sebagian lainnya lari ke hutan.

Saat melarikan diri, mereka turut menyelamatkan pekerja yang luput dari penyisiran KKSB. Sebab, kekuatan mereka tak cukup untuk melawan KKSB.

“Mereka (pekerja) diselamatkan warga Yigi, mereka di suruh lari ke hutan, ada yang disembunyikan di dalam rumah, ada juga yang lari sama-sama ke dalam hutan. Warga Yigi sebagai petunjuk jalannya,” ungkap Aidi.

Untuk itu, tak menutup kemungkinan masih banyak pekerja yang selamat. Adapun saat itu, ada juga pekerja bangunan selain dari PT. Istaka Karya.

Namun sayangnya, tidak diketahui jumlah pasti para pekerja itu. “Kami belum ada klarifikasi, koordinasi apakah pekerja bangunan itu di bawah koordinator satu kontraktor atau masing-masing,” tutur Aidi.

Begitu pula dengan jumlah warga Yigi. “Karena daerah ini tertutup informasi, itu tidak ada data, administrasi kampung tidak berjalan,” sebutnya.

Sementara itu Aidi menjelaskan, dari keterangan beberapa warga Yigi yang mengungsi ke Mbua, kelompok kriminal yang melakukan pembantaian bukan lah warga mereka.

“Mereka menyampaikan pelaku pembantaian waktu lalu itu bukan orang Yigi tapi orang dari luar Distrik Yigi, kemungkinan dari Mapenduma,” pungkasnya. 

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (dna/JPC)



Close Ads
2 Minggu Pasca Pembantaian, Warga Yigi Papua Masih Ngungsi