alexametrics

Polri: Kedatangan Ketum PBNU Bukan Untuk Memberikan Keterangan

16 November 2016, 01:31:00 WIB

JawaPos.com – Polri memastikan Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqi Siraj bukan masuk daftar ahli dari penyidik. Said Aqil juga bukan peserta gelar perkara.

"Ketua PBNU tidak duduk di dalam. Tadi silahturahmi, kemudian tidak ikut secara keseluruhan," ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli di Mabes Polri, Selasa (15/11).

Boy menegaskan, gelar perkara hanya mengundang pihak terlapor dan pelapor. Ahli dari kedua kubu juga diperbolehlan hadir. Selaim kedua belah pihak, Polri juga mengundang pihak eksternal.

"Adalah kompolnas tiga orang, dan Ombudsman tiga orang juga," ucap Boy.

Sebelumnya Said Aqil memang tampak muncul di Mabes Polri. Dia datang persis saat rehat makan soang juga salat Dzuhur. Saat ditanyai, Said juga membantah kehadirannya di Bareskrim sebagai ahli dari Polri.

"Saya datang hanya diminta untuk memberi masukan," singkat Said.

Tak ada komentar Said soal gelar perkara kasus Ahok ini. Dia lantas masuk ke dalam Gedung Rupatama Mabes Polri.

Gelar perlara kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok berlanjut hingga malam hari. Malam ini, giliran ahli dari penyidik yang memberikan keterangan. Tujuh ahli itu akan bicara, tapi tetap, semuanya musti rampung dalam satu jam.

Targetnya, gelar perkara ini bakal rampung pukul 20.00 WIB. Setelah itu, penyidik bakal berunding internal buat menyimpulkan, bisa atau tidak kasus Ahok naik ke tingkat penyidikan. Boy mengatakam kesimpulan itu bakal diumumkan paling cepat, esok hari.

Gelar perkara dipimpin Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Secara bergiliran, pewarta diberi waktu beberapa menit mengambil gambar. Tampak dalam ruang gelar perkara kubu Ahok duduk di bagian sebelah kanan dan pelapor berada di sebelah kiri Ari Dono. (elf/JPG)

Editor : Mohamad Nur Asikin


Close Ads
Polri: Kedatangan Ketum PBNU Bukan Untuk Memberikan Keterangan