alexametrics

KPK Menduga Ada Transaksi Rp 1,5 Miliar Terkait OTT di Kaltim

16 Oktober 2019, 01:33:42 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Balai Pelaksanaan Jalan (BPJN) Wilayah XII, Refly Ruddy Tangkere dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bontang dan Samarinda, Kalimantan Timur dan Jakarta pada Selasa (15/10). KPK menduga, ada transaksi senilai Rp 1,5 miliar yang dalam kasus ini.

“Sejak siang ini telah diamankan sekitar delapan orang di Samarinda, Bontang dan Jakarta. Kepala Balai Pelaksana Jalan Wilayah XII diamankan di Jakarta, sisanya dari unsur PPK, dan swasta diamankan di Kaltim,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/10) malam.

Febri menjelaskan, mereka ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap terkait dengan proyek pekerjaan jalan senilai Rp 155 miliar di BPJN Wilayah XII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Kami menduga pemberian dari pihak rekanan atau swasta terkait dengan paket pekerjaan jalan multiyears senilai Rp 155 miliar pada Balai Pelaksana Jalan Wilayah XII Kaltim dan Kaltara – Kempupera,” ujar Febri.

Menurut Febri, ada aliran uang secara periodik dalam rekening yang kini disita KPK. Pemberian uang diduga mencapai Rp 1,5 miliar.

“Jadi pemberi mentransfer uang secara periodik pada rekening miliknya dan kemudian ATM-nya diberikan kepada pihak penerima. Nah, uang di ATM itulah yang diduga digunakan pihak penerima. Diduga sudah diterima sekitar Rp 1,5 miliar,” terang Febri.

Infografis OTT KPK (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Refli Rudy Tangkere yang dibekuk di Jakarta saat ini sedang diperiksa intensif di Gedung KPK Jakarta. Sementara tujuh orang lainnya yang ditangkap di Kaltim sedang diperiksa di Mapolda Kaltim.

“Pihak yang diamankan di Kaltim akan dibawa besok ke Jakarta melalui penerbangan pagi,” imbuhnya.

Lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam setelah OTT untuk menentukan status perkara dan status hukum para pihak yang ditangkap. Informasi lebih rinci mengenai OTT ini akan disampaikan melalui konferensi pers besok.

“Besok konferensi pers direncanakan akan dilakukan pada sore atau malam hari,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads