JawaPos Radar

Fahri: Tolonglah Pak Anies Pakai Ilmunya untuk Rancang Kota Lebih Baik

16/10/2018, 18:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Fahri: Tolonglah Pak Anies Pakai Ilmunya untuk Rancang Kota Lebih Baik
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memikirkan perencanaan kota yang lebih baik sehingga tak terjadi lagi insiden peluru nyasar ke gedung DPR. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kasus peluru nyasar yang membidik dua ruangan anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra dan Golkar terus menjadi perbincangan masyarakat. Konsep tata kota pun ditengarai menjadi salah satu faktor dari kejadian tersebut.

Salah satunya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah yang mempertanyakan letak lapangan tembak yang malah sejajar dengan gedung belasan lantai tempat ratusan Anggota DPR RI bekerja. Menurutnya, konsep tata kota seperti itu salah.

Seharusnya, kata Fahri, tempat latihan menembak harus dijauhkan dari tempat fasilitas umum. Apalagi sampai berdekatan dengan institusi dan lembaga negara seperti gedung parlemen.

"Konsep lapangan-lapangan tembak baru di dunia itu letaknya di underground. Tanah kosong itu mestinya dibikin gedung tertentu. Nah, underground-nya tempat menembak di bawah dengan security yang bagus," ungkap Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/10).

Oleh karena itu, Fahri juga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mulai menggunakan ilmu yang tinggi untuk memikirkan perencanaan tata kota yang lebih baik. Menurut Fahri, konsep penataan lapangan tembak berdekatan dengan institusi negara tidaklah masuk akal.

"Tolonglah Pak Anies Baswedan mainlah ke Senayan ini. Pakai ilmunya untuk sedikit merancang sebuah konsep kawasan pemerintahan yang lebih baik, terutama pemerintahan pusat. Paling tidak pindahin lah tempat orang latihan tembak-menembak. (Masa) di dekat DPR, itu kan nggak masuk akal," jelasnya.

Sebelumnya, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Brigjen Pol (Purn) Wenny Warouw bercerita, penembakan terjadi pukul 14.35 WIB. Saat itu dirinya tengah menerima dua tamu, yakni seorang pendeta bernama Hesky Roring dan anggota kepolisian AKBP Ronal Rumondor.

Baru saja dua menit bersama di ruangan tersebut, tiba-tiba obrolannya dikejutkan oleh peluru masuk menembus ke ruangannya yang berada di lantai 16. Peluru itu diketahui telah merusak plafon yang berada di ruangannya.

"Begitu lihat, kaca berhamburan di meja saya, tamu saya berteriak tiarap Pak, penembakan, saya tiarap," ungkapnya.

(ce1/aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up