alexametrics

Dewas KPK Ungkap Alasan Putusan Sidang Etik Firli Diundur

16 September 2020, 14:06:26 WIB

JawaPos.com – Rasa penasaran publik mengenai hasil akhir penanganan perkara dugaan pelanggaran etik Ketua KPK Firli Bahuri harus tertunda. Sebab, agenda pembacaan putusan yang sejatinya dilakukan Dewan Pengawas (Dewas) KPK kemarin (15/9) mendadak dibatalkan. Alasannya, ada mitigasi Covid-19 yang sedang berlangsung di lingkungan komisi antirasuah tersebut.

Agenda pembacaan putusan itu telah diumumkan secara resmi oleh KPK di akun Twitter resmi mereka. Selain putusan Firli, rencananya ada juga agenda pembacaan hasil sidang etik Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap. Agenda persidangan itu direncanakan pukul 09.00 sampai 12.00. Namun, tak berselang lama setelah pengumuman tersebut dirilis, tepatnya pada Senin (14/9) pukul 23.11, KPK mengumumkan bahwa sidang etik itu diundur menjadi Rabu (23/9) pekan depan.

Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ipi Maryati Kuding menyebutkan, penundaan dilakukan karena kebutuhan penanganan dan pengendalian Covid-19. ”Dari hasil tracing internal ditemukan indikasi interaksi antara pegawai (KPK) yang positif Covid-19 dengan anggota Dewas KPK,” kata Ipi dalam keterangan tertulisnya kemarin. Ipi menjelaskan, anggota Dewas KPK yang diduga berinteraksi dengan pegawai positif Covid-19 itu butuh tindakan cepat. ”Sehingga dilakukan tes swab hari ini (kemarin, Red),” imbuh dia.

Untuk diketahui, pembacaan putusan sidang etik itu merupakan perintah pasal 8 ayat (1) Peraturan Dewas KPK Nomor 3 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Persidangan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK. KPK telah menyiapkan sejumlah kanal media sosial (medsos) untuk memfasilitasi pengumuman putusan tersebut.

Pelapor dugaan pelanggaran etik Firli, Boyamin Saiman, mengatakan bahwa ada kesan tarik-ulur pembacaan putusan tersebut. Menurut dia, penundaan itu bisa dimanfaatkan sejumlah pihak untuk melakukan kompromi. ”Terus terang saja saya curiga penundaannya ada tarik-ulur. Sebab, gambaran saya, putusannya akan agak berat kalau dinyatakan bersalah,” ujarnya.

Menurut Boyamin, kecurigaan semacam itu masih dalam taraf wajar. Dia yakin sebagian besar masyarakat memiliki kecurigaan yang sama. ”Kecurigaan-kecurigaan itu hal yang biasa,” ucap koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) tersebut.

Boyamin kemarin menyerahkan hasil rekonstruksi perjalanan ke kampung halaman Firli di Desa Lontar, Baturaja, Sumatera Selatan. Dalam rekonstruksi itu, dia memberikan gambaran bahwa kegiatan pulang kampung Firli dengan menaiki helikopter mewah pada 20 Juni lalu adalah sesuatu yang berlebihan. ”Karena waktu saya berangkat naik mobil, perjalanannya lancar, tidak macet, (jalan) tidak rusak,” ungkapnya.

Di sisi lain, anggota Dewas KPK Syamsuddin Harris menepis tuduhan terkait tarik-ulur pembacaan putusan sidang etik Firli tersebut. Dia menegaskan bahwa kemarin dilakukan tes swab Covid-19 kepada tiga anggota dewas. ”(Tes swab dilakukan, Red) karena (anggota dewas) berinteraksi dengan salah seorang (pegawai) yang positif korona,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tyo/c9/oni




Close Ads