JawaPos Radar

Kadernya Kena OTT, Ini Keresahan PDI-P

16/09/2017, 20:45 WIB | Editor: Kuswandi
Kadernya Kena OTT, Ini Keresahan PDI-P
Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap Gubernur Bengkulu, beberapa waktu lalu. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan(OTT). Kali ini yang terjaring operasi senyap diduga Wali Kota Batu dengan inisial ER.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengaku terkejut adanya OTT terhadap salah satu kadernya tersebut. Karena tidak menyangka ER diduga tertangkap tangan saat menerima suap.

Kadernya Kena OTT, Ini Keresahan PDI-P
Ilustrasi: Gedung KPK Merah Putih (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

"Setiap kali ada OT seperti ini PDIP menganggap peristiwa ini mengejutkan sekaligus menyedihkan," ujar Hendrawan kepada JawaPos.com, Sabtu (16/9).

Atas OTT tersebut, anggota Komisi XI DPR ini mengatakan partainya mengaku sedih, karena kadernya lagi-lagi berurusan dengan lembaga antirasuah. Pasalnya dalam setiap kesempatan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu berpesan kepada setiap kader selalu berpegang teguh kepada ideologi partai.

"Ketum selalu menegaskan ideologi PDIP politik kebangsaan untuk membangun peradaban bukan politik korupsi. Jadi ideologi lebih diutamakan daripada naluri korupsi," katanya.

Sampai saat ini Hendrawan masih menunggu keterangan dari KPK mengenai OTT tersebut. Pasalnya info ini masih sumir bahkan yang bersangkutan mengaku tidak menerima uang suap. "Jadi PDIP masih menanti klarifikasi dan informasi dari KPK," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK ‎melakukan OTT pada Sabtu (16/9) sore. Kali ini dalam operasi senyap yang digelar di Jawa Timur, tim Satgas Penindakan KPK berhasil membekuk Wali Kota Batu, Malang, Jatim, berinisial ER.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, ER ditangkap karena kedapatan melakukan transaksi suap menyuap untuk mengegolkan proyek senilai miliaran rupiah. Selain ER, tim juga berhasil menangkap sejumlah pihak lain yang diduga sebagai pihak penyuap.

(cr2/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up