alexametrics

Eks Ketum PPP Rommy Segera Jalani Sidang Perdana

16 Agustus 2019, 17:49:30 WIB

JawaPos.com – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy akan segera menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan pada Rabu (4/9) mendatang. Sebab berkas perkara tersangka kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) sudah dinyatakan lengkap atau P21.

“Iya (sudah P21)” kata Rommy saat ditanya awak media di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/8).

Mantan pimpinan PPP yang merupakan salah satu partai pengusung Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 kembali diperiksa penyidik KPK. Rommy mengaku bahwa dirinya diperiksa hanya untuk melengkapi berkas perkara kasus jual beli jabatan yang menjeratnya tersebut.

Saat ditanya awak media ihwal jadwal pelimpahan berkas perkaranya tersebut, Rommy mengatakan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan segera menjalani sidang perdana di pengadilan. “Tanggal 4 September (sidang),” singkatnya.

Seperti diiketahui, Rommy saat ini tengah memasuki masa penahanan terakhir status tersangkanya. Dia menjalani masa perpanjangan penahanan terakhir selama 30 hari terhitung sejak Rabu (24/7) lalu.

Dalam perkara ini, Romi ditetapkan sebagai tersangka bersama eks Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur Haris Hasanudin (HRS), dan eks Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi (MFQ).

Haris diduga memberikan uang secara bertahap kepada Rommy yang jumlahnya sebesar Rp 255 juta. Kemudian, kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp 70 juta. Uang haram itu diberikan agar Haris diloloskan sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Muafaq dan Haris pun sudah menjalani persidangan dan sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Keduanya dinyatakan telah terbukti melakukan praktik dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Saat Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK berhasil menyita uang sebesar Rp 156 juta dari tangan Rommy yang diterima dari Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin. KPK juga menyita sejumlah uang pecahan rupiah dan mata uang asing senilai Rp 180 juta dan USD 30 ribu di laci meja kerja ruangan Menag Lukman dalam perkara ini. Namun, Menag Lukman membantah. Hingga saat ini KPK masih menelusuri dugaan keterlibatan Menag dalam perkara suap jual beli jabatan tersebut.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads