alexametrics

WP KPK Desak Polisi Umumkan Nama Pelaku Penyerangan Terhadap Novel

16 Juli 2019, 23:20:03 WIB

JawaPos.com – Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) mendesak Kepolisian untuk mengumumkan nama pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Diketahui, Polri berencana menggelar konferensi pers terkait hasil temuan TGPF kasus Novel pada Rabu (17/6).

“Kami meminta agar tidak lagi bentuknya rekomendasi. Tapi juga sudah ditemukan dan bahkan disebut pelakunya, karena tim gabungan ini kan juga terdiri dari tim pakar dan juga tim Kepolisian. Sehingga saya pikir besok sudah disebut nama pelakunya,” kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (16/7).

Menurut Yudi, dengan disebut nama pelaku penyerangan terhadap Novel, polisi diharapkan dapat bergerak cepat untuk menangkap dan mengadili, baik itu pelaku lapangan maupun aktor intelektualnya. Yudi yakin, masyarakat juga sangat menanti nama pelaku penyarangan Novel.

“Seperti saya sampaikan bahwa terungkapnya pelakunya Bang Novel tentu akan menjadi terbukanya kotak pandora terhadap pelaku-pelaku teror yang lainnya,” ucapnya.

Yudi berpendapat, jika tidak ada pengumuman nama penyerang Novel, maka tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah gagal untuk menemukan pelakunya. Bila demikian, Yudi menuntut agar Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta independen yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden.

Selain itu, Yudi juga meminta kepada Kepolisian dan tim pakar untuk memperjelas motif politik di balik penyerangan terhadap Novel. Diketahui tim gabungan bentukan Tito sempat menyebut ada motif politik di balik penyerangan terhadap Novel.

“Yang artinya bahwa motif politik ini harus diperjelas siapa yang bermain dalam politik ini. Jangan sampai nanti ada tuduhan-tuduhan terhadap Bang Novel. Bang Novel adalah korban dan sudah 820 hari lebih kami mencari siapa pelakunya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian berencana menggelar konferensi pers terkait hasil temuan Tim Pakar pada Rabu (17/7). Pada konferensi pers pertama yang dilakukan tim pakar pekan lalu, mereka mengatakan akan mengungkap temuan pada pekan ini.

Pada kesempatan itu, salah satu anggota tim pakar Hendardi menduga kasus penyiraman air keras Novel berkaitan dengan motif politik. Selain itu anggota lainnya, Hermawan, mengatakan bahwa terdapat beberapa jenderal bintang tiga yang diperiksa.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal pun menyatakan terdapat temuan menarik dalam pengusutan kasus tersebut. Tim gabungan ini dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian lewat Surat Keputusan nomor: Sgas/ 3/I/HUK.6.6/2019. Tim tersebut beranggotakan 65 orang memiliki masa tugas selama enam bulan dan sudah habis pada 7 Juli 2019.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Close Ads