alexametrics

Kawal Idrus Marham ke RS, Petugas Rutan KPK Terima Suap Rp 300 Ribu

16 Juli 2019, 17:43:49 WIB

JawaPosc.com – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyampaikan temuan baru dalam maladministrasi yang dilakukan pengawal tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Petugas yang bernama Marwan itu tertangkap kamera saat menerima suap dari kerabat Idrus Marham.

Saat itu Marwan mengawasi terdakwa Idrus Marham ketika menjalani pengobatan di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/6) lalu. Dalam rekaman CCTV yang diterima Ombudsman, nampak bahwa Marwan diduga menerima suap dari seorang kerabat Idrus.

“Itu, untuk petugas pengamanan dan pengawalan tahanan KPK diduga kuat telah berperilaku koruptif,” kata Kepala Perwakilan Ombubdsman RI Jakarta Teguh P. Nugroho di Gedung Ombudman RI, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (16/7).

Dalam rekaman CCTV, Idrus pun nampak tidak diberi pengawalan ketat. Mantan sekjen Golkar itu tak tampak menggunakan borgol dan rompi tahanan. Bahkan, Ombudsman juga menemukan fakta baru bahwa Idrus sempat berada di sebuah coffe shop sambil memegang ponsel dan mengobrol bersama kerabatnya dengan leluasa.

Selanjutnya, ketika Idrus selesai menjalani pengobatan di RS MMC dan melakukan pembayaran sekitar pukul 11.58 WIB. Nama mantan Menteri Sosial itu tidak terlihat di rumah sakit.

“Jadi saudara Idrus marham kembali ke Rutan KPK itu pada pukul 16.00 WIB,” jelas Teguh.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan bahwa pengawal tahanan bernama Marwan telah diberikan tindakan tegas. Marwan diduga menerima suap senilai Rp 300 ribu dari kerabat Idrus Marham.

“Diduga menerima Rp 300 ribu,” ucap Febri.

Selain memberikan sanksi pemecatan, lembaga antirasuah juga melakukan pengetatan terhadap izin berobat tahanan. Menurut Febri seluruh pengawal tahanan juga telah dikumpulkan untuk diberikan pengarahan tentang disiplin dan kode etik.

“Hal ini sekaligus sebagai bentuk upaya pencegahan yang dilakukan secara terus menerus. KPK akan terus melakukan pengetatan aturan dan tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apapun,” ujar Febri.

Febri menegaskan, proses pemeriksaan dan penelusuran informasi terkait kasus ini dilakukan sendiri oleh Direktorat Pengawasan Internal. Dalam proses itu, pihak pengawasan internal memeriksa sejumlah pihak dan mempelajari bukti elektronik.

“Direktorat Pengawasan Internal KPK juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaan tugasnya terus akan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran yang terjadi,” tukas Febri.

 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads