alexametrics

Berulah, Setnov Dipindah ke Lapas Teroris

16 Juni 2019, 11:07:49 WIB

JawaPos.com – Terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kembali berulah. Dia ketahuan pelesiran ke Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (14/6). Hal itu diketahui dari sejumlah foto Setnov yang beredar. Karena itu, Kakanwil Kemenkum HAM memutuskan untuk memindahkan Setnov dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Di foto yang beredar, Setnov mengenakan kemeja putih. Dia menutupi wajah dengan masker dan bertopi. Dia bersama seorang perempuan. Foto tersebut diambil di sebuah rumah pamer di Jalan Panyawangan, Padalarang, Bandung Barat.

Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Ade Kusmanto menuturkan, pemindahan dilakukan setelah ada foto Setnov keluar dari lapas. “Jadi, awalnya izin berobat ke RS Santosa, Bandung,” tuturnya.

Setnov berobat dengan pengawalan dari petugas lapas. Namun, setelah itu, Setnov pergi ke tempat pamer tersebut. “Maka, Kakanwil Jabar memutuskan untuk memindah ke Gunung Sindur,” papar Ade.

Setelah dipindah, apakah Setnov tidak akan berulah lagi? Menurut dia, Lapas Gunung Sindur merupakan lapas maximum security untuk napi kasus terorisme. Diharapkan, dengan ditempatkan di lapas tersebut, Setnov tidak lagi bisa mengulangi pelanggaran. “Karena penjagaannya ketat,” urai dia.

Terpidana kasus korupsi Setya Novanto kembali berulah. Dia kembali keluar lapas untuk pelesiran. Kini penahanannya dipindah ke Lapas Teroris Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Liberti Sitinjak pun meminta maaf ke publik atas terungkapnya kasus tersebut. “Ini (pelesiran Setnov, Red) murni keteledoran staf saya di lapangan,” katanya.

Liberti menjelaskan bahwa keteledoran stafnya berawal adanya laporan dari Kepala Lapas Sukamiskin Tejo Harwanto pada Selasa (11/6) pukul 08.00 bahwa Setnov membutuhkan perawatan lanjutan di Rumah Sakit Santosa Bandung.

“Laporan itu langsung saya tindak lanjuti dengan melakukan sidak ke rumah sakit dan benar saat itu saya temukan tiga orang di dalam kamar atas nama Setnov sedang ada infus di tangan sebelah kanan, satu orang lainnya mengaku istrinya, dan satunya lagi mengaku anak perempuannya,” terang Liberti.

Saat itu juga, kata Liberti, dirinya sempat bertanya sakit apa yang diderita Setnov. Kepada Liberti, Setnov mengungkapkan bahwa tangan kirinya tidak bisa digerakkan. “Saya sempat menasihati, gunakan waktu ini untuk betul-betul berobat agar bisa sehat kembali. Dia menyatakan iya Pak, terima kasih,” urainya.

Kemudian, lanjut Liberti, Jumat (14/6) sekitar pukul 07.00 dirinya mendapat laporan dari Kalapas Sukamiskin bahwa beredar foto di media sosial Setnov pelesiran di Padalarang. Saat itu juga Liberti memerintah Kalapas agar memeriksa staf yang mengawal Setnov.

“Diketahui bahwa Setnov pada hari itu meninggalkan kamar rumah sakit pukul 13.45, sedangkan pengawal masih di kamar mengingat barang-barang Setnov masih tertinggal,” terangnya.

Karena Setnov tidak kunjung kembali ke kamar, masih kata Liberti, pengawal pun mengecek ke lobi rumah sakit dan tidak menemukan Setnov. Pada pukul 17.45 barulah Setnov muncul di rumah sakit tersebut dan kembali ke lapas pukul 19.00. Dia mengungkapkan akan memeriksa petugas yang mengawal Setnov. Baru setelah itu bisa ditentukan hukuman apa yang pantas atas kelalaian tersebut.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (idr/wil/c11/c10/git)