alexametrics

Polisi Akan Periksa Dokter Ani Hasibuan Terkait Pernyataan Kejanggalan KPPS Meninggal

16 Mei 2019, 12:01:08 WIB

JawaPos.com – Polda Metro Jaya sudah melayangkan panggilan pemeriksaan kepada dokter syaraf, Robiah Khairani Hasibuan atau dokter Ani Hasibuan. Ani dijadwalkan diperiksa pada Jumat (17/5), terkait komentarnya atas meninggalnya ratusan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

“Ya betul ada pemanggilan (dokter Ani),” ujar Kabid Humas  Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dihubungi wartawan, Kamis (16/5).

Argo menjelaskan Ani dipanggil berkaitan dengan ucapan janggalnya terkait kematian petugas KPPS. Ani diketahui sempat mengeluarkan pernyataan yang meragukan kematian 573 KPPS karena faktor kelelahan.

Ia bahkan merasa lucu atas alasan tersebut. Ani juga sempat mempertanyakan perisriwa ini sebagai bencana pembantaian atau pemilu? Dia tidak sepakat jika ada manusia meninggal karena kelelahan.

Dia meyakini ada penyakit lain yang menjadi faktor utama dari kematian seseorang. Kelelahan hanya bisa memicu penyakit itu kambuh, sebab sepengetahuannya efek terburuk dari kelelahan yaitu pingsan. Ani pun menyebut sudah menemui beberapa korban KPPS meninggal di Jogjakarta. “Iya (diperiksa) soal kematian KPPS” kata Argo.

Berdasarkan surat panggilan Polda Metro Jaya yang terdaftar S.Pgl/1158/V/RES. 2.5/2019/Dit.Reskrimsus, Ani dipanggil pada Jumat untuk diklarifikasi soal ucapannya tersebut. Ani dijetahui sudah dipolisikan atas pernyataannya. Laporan polisi terhadapnya teregister dalam nomor LP/2929/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 12 Mei 2019.

Ani dilaporkan dengan Pasal 28 ayat 2 juncto pasal 35 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Juncto Pasal 55 ayat 1 Juncto Pasal 56 KUHP.

Sementara itu, JawaPos.com sudah mencoba mennghubungi dokter Ani, namun tak ada jawaban. JawaPos.com sempat tersambung dengan dokter Ani melalui sambungan telepon pukul 10.47 WIB. Tapi, pembicaraan hanya bertahan 9 detik, belum ada satu pertanyaan pun yang diajukan kepada dokter Ani hingga kemudian sambungan telepon langsung ditutup olehnya.

Berselang satu menit, JawaPos.com kembali menghubungi dokter Ani, tapi tidak mendapat respon. Begitu pula saat dihubungi melalui pesan pendek, tak ada jawaban sama sekali.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan