alexametrics

KPK Periksa Bupati Lampung Tengah Terkait Proyek Infrastruktur di Mesuji

16 Mei 2019, 11:31:08 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus dugaan suap pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2018, yang menyeret Bupati Mesuji nonaktif Khamami.

Sejalan dengan pengusutan tersebut, penyidik memanggil tiga saksi pada hari ini. Ketiganya ialah Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto, Wakil Bupati Mesuji, H Saply TH, serta Ketua DPRD Kabupaten Mesuji, Fuad Amrullah. Ketiganya akan diperiksa untuk tersangka Bupati Mesuji, Khamami (KHM).

“Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka KHM,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/5).

KPK telah menetapkan Bupati Mesuji, Lampung, Khamami sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di wilayahnya tahun anggaran 2018.

Selain Khamami, KPK menetapkan empat tersangka lainnya. Keempatnya ialah adik Bupati Mesuji, Taufik Hidayat; Sekretaris Dinas PUPR Mesuji, Wawan Suhendra; pemilik PT Jasa Promix Nusantara (PT JPN), Sibron Azis; dan pihak swasta, Kardinal.

Diduga, Khamami telah menerima suap Rp1,28 miliar dari ‎Sibron Azis melalui beberapa pihak perantara. Uang tersebut diduga fee dari pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di lingkungan Kabupaten Mesuji yang berasal dari para pengusaha.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Khamami, Taufik, dan Wawan ‎disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi, Sibron Azis dan Kardinal disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan