JawaPos Radar

Usai Sidang, Bimanesh Klaim Difitnah oleh Pihak Rumah Sakit Medika

16/04/2018, 19:26 WIB | Editor: Kuswandi
Bimanesh Sutarjo
Dokter Bimanesh Sutarjo saat menjalani sidang pembacaan dakwaan di PN Tipikor Jakarta, Kamis (8/3) (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Terdakwa perkara dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP), dokter Bimanesh Sutarjo menyatakan, jika dirinya telah dikorbankan oleh pihak Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Hal ini diungkapkan setelah persidangan kasus yang melilitnya selesai digelar.

"Dakwaan terhadap saya didasarkan pada adanya berita bohong, bahwa saya telah melakukan pelanggaran prosedur rumah sakit dengan menyuruh dokter Michael dan perawat IGD untuk langsung membawa Setya Novanto ke lantai tiga ruang 323 tanpa melalui IGD," kata Bimanesh kepada awak media di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Kepada awak media, Bimanesh mengaku telah difitnah oleh pihak RS Medika Permata Hijau. Lantaran, Bimanesh mengaku tidak pernah memerintahkan dokter Michael untuk langsung membawa Novanto ke ruang VIP lantai tiga.

"Dokter Michael berkepentingan berbohong untuk menutupi kesalahannya atas ketidakberadaannya di IGD," ucap Bimanesh.

Bimanesh meyakini, kerjasama untuk memfitnah dirinya lantaran ingin menyelamatkan citra buruk rumah sakit yang terancam akan dicabut izin operasinya.

"Yang sebetulnya ingin memasukan Setya Novanto adalah pihak rumah sakit," jelas Bimanesh.

Dalam perkara ini, Bimanesh didakwa telah melakukan rekayasa agar Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK saat menjadi tersangka kasus e-KTP.
Bimanesh diduga telah melakukan rekayasa kesehatan Novanto bersama dengan pengacara Fredrich Yunadi.

Bimanesh diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up