alexametrics

Densus 88 Jelaskan Kronologi Penangkapan Dokter Sunardi ke Komnas HAM

16 Maret 2022, 14:25:36 WIB

JawaPos.com – Perwakilan Densus 88 Antiteror Polri kemarin (15/3) memenuhi panggilan Komnas HAM untuk diklarifikasi perihal tewasnya dokter Sunardi, terduga teroris asal Sukoharjo, Jawa Tengah. Kabag Operasi Densus 88 Kombespol Aswin Siregar yang hadir memenuhi undangan itu membawa foto dan video yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Aswin menjelaskan beberapa hal kepada Komnas HAM. Salah satunya terkait dengan penetapan status tersangka terhadap Sunardi. Aswin juga menjabarkan kronologi penangkapan yang berujung pada penembakan Sunardi hingga tewas. Menurut dia, penembakan tersebut merupakan peristiwa penegakan hukum yang membutuhkan tindakan tegas dan terukur.

Selain itu, Aswin memaparkan data hasil penegakan hukum tindak pidana terorisme sejak 2020 hingga 2022. Menurut dia, gambaran itu diberikan untuk menunjukkan bahwa penindakan oleh Densus 88 selama ini jauh lebih humanis. ”Penegakan hukum yang semakin humanis oleh Densus 88 semakin efektif karena tujuan penegakan hukum itu adalah deradikalisasi,” jelas dia.

Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam menyatakan, pihaknya menggali konstruksi peristiwa penembakan Sunardi selama lebih dari dua jam. Dari situ, Komnas HAM ingin memastikan Sunardi betul-betul berstatus tersangka sebagaimana yang disampaikan Densus 88 atau tidak. ”Sementara, relasi-relasi, aktivitas (Sunardi), dan sebagainya tidak bisa kami sebutkan karena itu memang masih proses penegakan hukum,” ujarnya.

Secara umum, Komnas HAM ingin mendapat gambaran utuh dari peristiwa penembakan tersebut. Nah, dari Densus 88 itulah Komnas HAM memperoleh informasi bahwa penembakan tersebut tidak bisa dilihat sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.

Komnas HAM juga ingin menguji informasi yang beredar terkait dengan kondisi Sunardi yang disebut cacat. ”Kami menguji itu semua dan menanyakan bukti-buktinya,” katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tyo/c14/fal

Saksikan video menarik berikut ini: