alexametrics

Tentang Romahurmuziy dan ‘Kasta Duafa’ para Caleg PPP

16 Maret 2019, 17:20:52 WIB

JawaPos.com – Tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Boyamin Saiman menengarai Romahurmuziy bisa berurusan dengan kasus korupsi lantaran himpitan kebutuhan politik. Boyamin mengatakan, Rommy harus mencari uang minimal Rp 64 miliar demi mempertahankan 32 kursi di DPR. Masing-masing kursi membutuhkan biaya minimal Rp 2 miliar per daerah pemilihan (dapil).

Menurut dia, pada pemilu 2014 PPP mendapat 39 kursi DPR. Untuk pemilu 2019 PPP menargetkan perolehan sama 39 kursi dan minimal 32 kursi.

Menurut Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) itu, caleg PPP meskipun berasal dari petahana, tapi sebenarnya hampir semuanya termasuk caleg kasta duafa. Pasalnya, mereka hanya mengandalkan gaji DPR dan tidak punya sumber penghasilan lain.

“Atas kondisi inilah caleg PPP sebagian besar masuk kasta duafa,” ucapnya.

Mantan anggota DPRD Kota Surakarta dari Fraksi PPP itu mengatakan, ketika dihadapkan besarnya biaya pemilu untuk kampanye dan honor saksi di TPS, mayoritas caleg PPP dari dapil gemuk kemudian menodong Rommy. Rommy diminta mencarikan dana untuk kebutuhan 32 dapil demi mempertahankan kursi.

Di sisi lain, kata Boyamin, dengan merapat dan menjagokan capres petahana, Rommy sangat berharap mendapat logistik dari penguasa. “Namun kenyataannya logistik yang diharapkan dari penguasa tidak ada yang cair,” terangnya.

Atas dasar itu, Rommy harus nekat untuk mencari logistik termasuk dugaan memperdagangkan jabatan di Kementerian Agama yang akhirnya menjadikannya terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Khafidul Ulum

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Tentang Romahurmuziy dan 'Kasta Duafa' para Caleg PPP