alexametrics
Pemerkosa 13 Santri Dipenjara Seumur Hidup

Kementerian PPPA Keberatan Dibebani Biaya Restitusi Korban Pemerkosaan

Hakim Tidak Kabulkan Tuntutan Kebiri Kimia
16 Februari 2022, 11:40:06 WIB

JawaPos.com ‒ Herry Wirawan harus menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi. Terdakwa kasus pemerkosaan 13 muridnya di Bandung itu divonis penjara seumur hidup.

Vonis tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Yohannes Purnomo Suryo dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, kemarin (15/2). Herry yang hadir dalam sidang dinilai terbukti bersalah melakukan persetubuhan lebih dari satu kali.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup, menetapkan terdakwa tetap ditahan,” kata Yohannes seperti dilansir Radar Bandung. Majelis hakim menyatakan, hal yang memberatkan adalah terdakwa tak memberikan contoh sebagai pendidik. Dia juga merusak, mengganggu perkembangan anak, dan membuat trauma para korban.

Selain itu, guru mesum tersebut dianggap mencemarkan nama baik pondok pesantren. Ulah bejatnya bisa membuat orang tua merasa khawatir memasukkan anak mereka ke pesantren. “Tidak ada hal yang meringankan (bagi terdakwa, Red),” tegasnya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jabar menuntut Herry dengan hukuman mati dan kebiri. Selain itu, membayar denda Rp 500 juta dan restitusi kepada korban Rp 331 juta. Jaksa juga menuntut agar yayasan milik Herry dibubarkan. Lalu, semua asetnya dijual untuk diberikan kepada korban.

Namun, hakim tidak mengabulkan tuntutan kebiri kimia yang diajukan jaksa. Alasannya, kebiri kimia hanya bisa dilakukan setelah terpidana menjalani hukuman pokok paling lama dua tahun. Tuntutan tersebut tidak bisa diberlakukan untuk terdakwa yang divonis mati atau penjara seumur hidup. ’’Tidak mungkin setelah terpidana menjalani eksekusi mati atau pidana seumur hidup, lalu dikenai kebiri kimia. Lagi pula, pasal 67 KUHP tidak memungkinkan dilaksanakan pidana lain apabila sudah divonis pidana mati atau seumur hidup,” jelas hakim.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mia/wan/ysf/dbs/c7/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads