JawaPos Radar

Usai Ditahan KPK, Bupati Lampung Tengah Sampaikan Pesan Penting

16/02/2018, 08:50 WIB | Editor: Imam Solehudin
OTT Bupati Lampung Tengah
Bupati Lampung Tengah Mustafa usai di periksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/2). Total KPK menangkap 19 orang dan menetapkan tiga orang menjadi tersangka, serta menyita uang Rp 1 miliar. (Dery Ridwansyah/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Lampung Tengah, Mustafa terkait dugaan kasus suap. Dia ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

Mustafa sebelumnya telah menjalani serangakaian pemeriksaan intensif sejak Kamis (15/2) hingga dini hari (16/2) tadi. Keluar mengenakan rompi oranye dan berpeci hitam, Mustafa tampak tenang ketika memberikan keterangan kepada awak media.

Dia berpesan kepada masyarakat Lampung Tengah, khususnya para pendukung dan simpatisan di Pilgub Lampung 2018 untuk bersabar. Sebagai informasi, Mustafa merupakan salah satu calon Gubernur Lampung yang berpasangan dengan Helmi Hasan.

OTT Bupati Lampung Tengah
Bupati Lampung Tengah Mustafa terlihat santai usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat (16/2) dini hari. KPK resmi menahan sang bupati yang diduga terlibat dalam kasus suap. (Derry Ridwansyah)

"Saya berharap kepada seluruh pendukung saya di Provinsi Lampung untuk tetap sabar dan kita terima," kata Mustafa saat keluar dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/2).

Menurut Mustafa, apa yang dirasakannya saat ini merupakan cobaan yang harus tetap dijalani dengan sabar. Sebab, OTT lembaga antirasuah semata-mata untuk membersihkan perkara kasus korupsi di Indonesia.

"Mungkin cobaan ini akan ada hikmahnya. Kita terus mendukung upaya penindakan yang dilakukan KPK ke depannya," papar Mustafa.

Meski demikian, Mustafa enggan menjelaskan secara detail terkait kasus dugaan suap di DPRD Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Terutama berkaitan soal peminjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 300 miliar.

"Kami belum tahu, prosesnya seperti apa dan bagaimana karena kami belum tahu," ungkap Mustafa.

Terkait status penahanan yang ditetapkan oleh Mustafa, hingga saat ini pihak KPK belum mengonfirmasi hal tersebut. Meski demikian, KPK telah menaikkan status kasus Bupati Lampung Tengah itu menjadi penyidikan.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Lampung Tengah. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah J Natalis Sinaga dan Rusliyanti, serta Kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah, Taufik Rahman.

Informasi dihimpun JawaPos.com, kasus ini berkaitan dengan permintaan agar DPRD Lampung Tengah menyetujui pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Inrfastruktur (SMI) sebesar Rp 300 miliar.

Rencananya, uang itu akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan oleh Dinas PUPR Lampung Tengah.

Adapun J Natalis Sinaga dan Rusliyanti diduga menerima suap untuk memberikan persetujuan DPRD atas pinjaman daerah pada APBD Lampung Tengah kepada PT SMI. Sementara pihak diduga pemberi suap adalah Taufik Rahman.

(ce1/rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up