JawaPos Radar

Nyambi Jual Narkoba, Pria Penjual Mainan Diciduk Sebelum Transaksi

16/01/2018, 01:31 WIB | Editor: Budi Warsito
Nyambi Jual Narkoba, Pria Penjual Mainan Diciduk Sebelum Transaksi
Pelaku pengedar ekstasi dan sabu Ari Setiyawan saat dipaparkan Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji,Senin (15/1). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang penjual mainan bernama Ari Setiyawan, ditangkap Satuan Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Polrestabes Semarang. Warga Sawah Besar, Gayamsari itu diciduk karena ketahuan mengedarkan ekstasi dan sabu-sabu.

Pria berusia 33 tahun yang biasa menjajakan dagangan mainannya di kawasan Simpang Lima itu ditangkap saat hendak bertransaksi di Jalan Durian, Lamper Kidul, Semarang Selatan, Jumat (12/1) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam penindakan tersebut, petugas turut menyita barang bukti berupa 200 butir pil ekstasi dan 8 gram sabu-sabu dalam paket siap edar.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan, jajarannya menangkap pelaku yang memang sudah masuk dalam target operasi. "Pelaku kami pantau gerak-geriknya sampai saat dia ditangkap saat hendak bertransaksi di Lamper Kidul," ungkapnya saat ekspose penangkapan kasus narkoba di Mapolrestabes Semarang, Senin (15/1).

Saat ditangkap, petugas berhasil menemukan satu paket sabu-sabu seberat satu gram di saku celana pelaku. Dari temuan tersebut, Abi menuturkan pihaknya melakukan pengembangan dengan mendatangi rumah kos pelaku yang berada di daerah Gayamsari.

"Saat digeledah, petugas menemukan 200 butir pil ekstasi dan 7 gram sabu-sabu yang seluruhnya sudah dikemas dalam paket siap edar," sambungnya.

Menurut Abi, pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial Y yang telah dikenalnya selama enam bulan terakhir. Pria itu dikenal Ari saat dirinya berjualan di Simpang Lima.

"Pelaku ini dikendalikan oleh Y melalui handphone. Prosesnya dari mengambil barang kemudian diracik per paket hingga diletakkan di sutau tempat untuk diambil pemesannya," ujarnya.

Kepada wartawan, Ari mengaku baru pertama kali melakukan praktik melanggar hukum tersebut. Saat ditanya imbalan yang ia dapat, pelaku mengungkapkan bahwa dirinya menerima uang sebanyak Rp 2 juta sebagai jasanya mengedarkan ratusan butir pil ekstasi dan puluhan gram sabu-sabu.

Diakuinya bahwa, dalam menjalankan bisnis terlarang tersebut dia dipandu langsung oleh seseorang berinisial Y tadi. "Lewat handphone, saya diminta ambil barang di tempat sampah di Jalan dr. Cipto. Terus saya disuruh meracik dan mengemas ke dalam bentuk paket," kata Ari saat dimintai keterangan.

Sesuai perintah Y, Ari diminta untuk meletakkan barang pesanan itu di suatu wilayah tertentu. Untuk memudahkan Y mencari paket kiriman itu, pelaku biasanya memberi sebuah tanda di lokasi pengiriman.

"Saya tanam di dalam tanah, terus di atasnya saya kasih potongan asbes untuk tanda," lanjutnya.

Meski berdalih baru pertama kali menjalankan bisnis terlarang tersebut, Kasat Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Polrestabes Semarang AKBP Sidiq Hanafi mengungkapkan bahwa, pelaku sebelumnya telah berhasil menjual ekstasi sebanyak 168 butir dan sabu-sabu seberat 17 gram.

"Yang kami sita adalah barang bukti sisanya yang belum sempat terjual. Pelaku mengaku kalau pesanan paling banyak di daerah Lamper dan Semarang Tengah" jelasnya.

Terkait Y, lanjut Sidiq, petugas hingga kini masih terus melakukan pengejaran terhadap sosok pemasok narkoba yang jumlahnya terbilang cukup besar itu.

Atas perbuatannya, Ari terancam dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up