JawaPos Radar | Iklan Jitu

Banyak Kepala Daerah di Sumut Jadi Pasien KPK

Anak Buah Megawati Ini Minta Kader PDIP Komitmen Antikorupsi

15 Desember 2018, 13:48:38 WIB
Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Djarot Saiful Hidayat, saat berkunjung ke Kota Medan, Sumut, Sabtu (15/12) (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sumatera Utara dahulu dua gubernurnya terjerat kasus korupsi oleh KPK. Keduanya yakni, Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho yang pernah menjadi pasien lembaga antirasuah.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengajak para kader partai di Kota Medan, Sumatera Utara untuk komitmen terhadap antikorupsi.

"Mari buat komitmen. Bu Mega berpesan jangan salah gunakan kekuasaan itu untuk korupsi," ujar Hasto, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (15/12).

Hasto bahkan memutarkan sebuah video dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mengingatkan supaya kadernya menjauhi praktik korupsi. Sekali korupsi maka akan membuat malu nama keluarga.

"Betapa malunya kalian itu, seumur hidup mukanya tercoreng (kasus korupsi). Apa tak sayang kalian sama anak istri kalian," kata Megawati dalam video tersebut.

Dalam video tersebut Megawati juga berbuat tegas apabila ada kader yang melakukan korupsi. Maka langsung dipecat tanpa berpikir panjang. Karena PDIP mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia.

Lebih lanjut Hasto menekankan, pernyataan Megawati itu adalah perintah yang harus diwujudkan. Maka kader jangan sampai menyalahgunakan kekuasaan.

"Mari kita bangun PDIP sebagai partai kerakyatan demi rakyat dengan semangat antikorupsi," tegas Hasto.

Untuk diketahui, Provinsi Sumut memang menyumbang berbagai skandal korupsi yang dibongkar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tercatat dari kasus korupsi berjamaah yang dilakukan oleh mantan/anggota DPRD Sumut pada 2015. Belum lagi tercatat sembilan kepala daerah dari Sumut yang diproses KPK karena kasus korupsi.‎ Dua diantanya adalah mantan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : (gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up