JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ogah Pikirkan Keterangan Lucas, KPK Punya Bukti Kuat dari Malaysia

15 November 2018, 09:44:11 WIB | Editor: Imam Solehudin
Juru Bicara KPK
Juru Bicara KPK, Febry Diansyah. Febry mengatakan kalau lembaganya tak mau ambiil pusing dengan keterangan Lucas. (Intan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau ambil pusing dengan eksepsi atau nota keberatan yang diajukan Lucas, Rabu (14/11). Lucas, terdakwa kasus merintangi penyidikan KPK, sebelumnya menyebut kalau penyidik KPK khilaf.

Dalam keterangannya, Lucas juga membantah telah meminta petinggi Lippo Grup, Eddy Sindoro untuk melarikan diri ke luar negeri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan lembaga antikorupsi itu akan tetap menangani perkara Lucas. Pasalnya, eksepsi yang dibacakan Lucas merupakan hal yang biasa terjadi dalam persidangan dengan kasus Obstruction of Justice.

"Pada prinsipnya tidak ada hal yang baru yang kami lihat dari eksepsi tersebut. Karena yang dipersoalkan adalah isu-isu lama yang juga pernah dipersoalkan oleh tersangka, ataupun terdakwa dalam kasus Obstruction of Justice yang pernah diproses oleh KPK," ungkapnya pada awak media Kamis (15/11).

Menurutnya, Lucas mempermasalahkan kewenangan KPK dalam menangani kasus merintangi atau mengahalangi-halangi penyidikan dalam eksepsinya.

"Kalau masih ada pihak-pihak yang mengatakan pasal 21 tersebut tidak jelas, pasal 21 tersebut bertentangan misalnya dengan peran dan profesi advokat saya kira hal tersebut sudah diputus oleh Mahkamah Konstitusi (MK)," tegas dia.

Selain itu, Febri menjelaskan, MK telah memutus judicial review ‎(JR) yang diajukan oleh seorang Advokat terkait permasalahan Pasal 21. Dalam keputusannya, MK menegaskan bahwa KPK berhak menangani pasal 21.

"Karena menjadi bagian dari undang-undang Tipikor KPK berpandangan pasal 21 menjadi kewenangan KPK untuk ditangani," sambungnya.

Di sisi lain, pihaknya akan mengungkap keterangan hasil pemeriksaan di Malaysia dalam persidangan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat bukti adanya peristiwa perintangan penyidikan.

"Kami akan buka data-data dan bukti-bukti tersebut di persidangan untuk menegaskan bahwa bukti dalam kasus pasal 21 dengan terdakwa Lucas ini sangat kuat," tutupnya.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up