JawaPos Radar | Iklan Jitu

JK dan Novanto Dijanjikan Fee Masing-masing USD 6 Juta di PLTU Riau-1

15 November 2018, 17:28:31 WIB | Editor: Estu Suryowati
JK dan Novanto Dijanjikan Fee Masing-masing USD 6 Juta di PLTU Riau-1
Terdakwa kasus suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 Johannes Budisutrisno Kotjo saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (15/11). (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto dijanjikan memperoleh keuntungan atau fee dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Hal itu terlihat ketika jaksa menampilkan rencana pembagian fee yang kemudian dibenarkan oleh pemegang saham PT Blackgold Natural Resources, Johannes B Kotjo.

JK, USD 6 juta; SN, USD 6 juta; PR, USD 3,1 juta; Rudy, USD 1 juta; IK, USD 1 juta; James, USD 1 juta; Other, USD 865 ribu. Catatan tersebut merupakan rencana pembagian fee pada proyek PLTU Riau-1.

Penasaran akan inisial tersebut, lantas jaksa KPK menanyakan kepada Kotjo. "Di sini ada nama pembagian fee? Ada JK dan SN siapa?" kata Jaksa KPK Ronal Worontika di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).

"JK itu saya, Johannes Kotjo bukan Jusuf Kalla dan SN itu Setya Novanto. AR itu Andreas Rinaldi. Itu teman saya utang ke dia, harus bayar," jawab Kotjo. 

"Anda dapat fee juga?" tanya jaksa.

"Iya, dong. Saya kerja juga," beber Kotjo.

Kemudian Kotjo menjelaskan secara rinci inisial tersebut, Kotjo menyebut PR merupakan CEO Blackgold Natural Resources Ltd Richard Philip Cecil, Rudy yakni Direktur Utama PT Samantaka Batubara Rudy Herlambang. 

Kemudian, inisial IK merujuk pada Chairman Blackgold Natural Resources Ltd, Intekhab Khan, sedangkan James merujuk pada Direktur Utama PT Samantaka Batubara James Rijanto dan Other merujuk pada pihak-pihak lain yang membantu, termasuk di dalamnya Eni Saragih.

"Bu Eni (masuk) Other, diambil dari situ USD 500 ribu," urai Kotjo

Atas rencana pembagian itu, jaksa merasa heran bagian jatah fee untuk Setya Novanto sebesar USD 6 juta. Sebab Novanto tidak ikut menggarap proyek PLTU Riau-1.

"Kok besar sekali cuma kenalin doang?" tanya jaksa.

Mendengar pernyataan jaksa, Kotjo menyebut Novanto merupakan teman lama yang yang sudah kenal 30 tahun dan turut membantunya untuk menggarap proyek tersebut.

"Saya dengan beliau (Setya Novanto) kawan lama. Jadi, terima kasih beliau yang menghubungkan dengan Pak Sofyan Basir. Jadi, saya kasih dia," pungkas Kotjo.

(ce1/rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up