JawaPos Radar

Anak Buahnya Ditangkap KPK, Bupati Bekasi Ngaku Kaget

15/10/2018, 15:57 WIB | Editor: Kuswandi
Penyidik KPK
Ilustrasi: Penyidik KPK saat sedang melakukan penggeledahan (Teguh/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengaku kaget dan sama sekali tidak mengetahui perihal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayahnya. Selain itu, Neneng juga mengaku tak mengetahui terkait kasus apa yang membuat lembaga antirasuah ini melakukan Operasi senyap pada Minggu (14/10).

"Saya enggak tahu (KPK OTT), semalam (Maghrib) saya di rumah. Saya kagetlah pasti. Siapanya (yang ditangkap) juga enggak tau. Izinnya apa saya enggak tau juga, di internet kan disebutnya ada 10 orang (yang ditangkap)," ungkapnya pada awak media, di Pemkab Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Senin (15/10).

Sebelum adanya OTT, Neneng mengaku sudah mengantisipasi sejumlah anak buahnya sejak awal tahun ini agar jangan sampai terlibat dengan KPK.

"Saya sudah wanti-wanti awal tahun ke bu Tina (Kasi Bidang Tata Ruang PUPR Kabupaten Bekasi), Bu Neneng (Kabid Tata Ruang PUPR Kabupaten Bekasi) saya juga udah imbau hati-hati," jelasnya. Namun nasehat tinggalah nasehat.

Tak lama berselang, Neneng malah menerima kabar dari anak buahnya bahwa KPK melakukan penggeledahan di ruang yang di kepala Jamaludin yang berujung mengamankan 10 orang.

"Ditelepon dari pak Sekda. Katanya iya (ada penggeledahan) katanya sih kaya gitu doang," tuturnya.

Neneng menegaskan, meskipun beberapa anak buahnya telah diamankan dan lokasi kantor dinas PUPR digeledah dan disita uang milaran oleh lembaga antikorupsi. Dirinya bersikukuh akan tetap memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat Bekasi.

"Harus tetap kerja dengan segala keterbatasan. Semua SKPD ya harus bekerja lebih baik lagi," ucapnya.

Neneng mengatakan, terkait kejadian OTT yang menimpa wilayahnya, hal ini katanya  akan menjadi pembelajaran. Namun, dia belum bisa memutuskan pihak yang terlibat akan digantikan dengan orang lain atau tidak. Karena akan menunggu kabar selanjutnya dari lembaga yang digawangi Agus Rahardjo cs.

"Kembali mengimbau dan kembali mengimbau. Sekarang kan kita juga enggak tau Kabidnya siapa aja yang diamankan, yang diangkut siapa kan kita belum tahu. Yang stay ada di kantor siapa saya enggak tahu. Kita kan mesti pikirin itu kan ada PLT apa enggak. Saya belum tentu memastikan saya angkat Plt. Kita koordinasi dengan sekda dan pejabat lain. Besok kita kongkow dulu dengan staf yang ada. baiknya gimana melangkah supaya program ini tidak terbengkalai," tutupnya.

Sekadar informasi, dalam melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (14/10), Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang miliaran rupiah . Ihwal adanya hal ini dikatakan juru bicara KPK Febri Diansyah.

"Ada uang dalam bentuk SGD juga yang diamankan sebagai bukti awal di lapangan, sekitar 1 miliar dalam bentuk SGD," ungkapnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (15/10). OTT sendiri diduga terkait masalah perizinan." Terkait perizinan properti di Bekasi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah. 

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up