alexametrics

MAKI Minta Polri Usut Pengubah Nama Eks Buron Adelin Lis

15 September 2021, 20:34:22 WIB

JawaPos.com – Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menduga, seorang pejabat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berinisial S, diduga membantu buron kasus pembalakan liar mengubah nama Adelin Lis menjadi Hendro Leonardi ke dalam paspornya. Pengubahan nama tersebut diduga dibantu oleh pejabat Kemenkumham.

Diduga pengubahan nama tersebut dilakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Utara pada 2008, yang saat itu S menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi. Adelin sudah menjadi buron selama 13 tahun ini, akhirnya ditangkap dan dibawa pulang ke Indonesia pada 19 Juni 2021, setelah keberadaannya di Singapura terdeteksi oleh Kejaksaan Agung.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mendesak Mabes Polri untuk melakukan penyidikan. Menurutnya, jika terdapat bukti dan alat-alat bukti sudah cukup segera lakukan penetapan tersangka terhadap oknum S yang diduga membantu Adelin Lis berganti nama menjadi Hendro Leonardi.

“Jadi istilahnya paspor itu kan aspal, asli tapi palsu. Paspornya Asli tapi keterangan di dalamnya palsu atau tidak benar. Maka itu memenuhi syarat pasal 263 maupun 266 KUHP dan itu harus diproses Mabes Polri. Karena ini membantu buron, yang tidak membantu buruan aja tetap diproses pemalsuan apalagi ini membantu buron,” kata Boyamin dalam keterangannya, Rabu (15/9).

Dia pun mendesak pihak kepolisian untuk memproses kasus tersebut. Karena, tidak cukup hanya dengan menangkap Adelin Lis dan dipenjara, tapi oknum-oknum yang bantu juga justru harus dikenakan pasal.

Selain itu, Boyamin juga mendesak pengusutan terkait adanya dugaan transaksi dalam pelarian Adelin Lis. “Saya mendesak, mendorong kepolisian juga mendalami dugaan adanya transaksi di dalam penerbitan paspor aspal tersebut,” pinta Boyamin.

Terpisah, Ditjen Imigrasi Kemenkumham sebelumnya telah membenarkan, buronan kasus pembalakan liar itu sempat memegang paspor atas nama Hendro Leonardi. Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen Imigrasi, Adelin tercatat memegang paspor Indonesia sebanyak empat kali.

Hanya satu paspor atas nama Adelin Lis, selebihnya menggunakan nama Hendro Leonardi yang diterbitkan sebanyak tiga kali. Tercatat paspor atas nama Adelin Lis diterbitkan di Polonia pada 2002, atas nama Hendro Leonardi diterbitkan di Jakarta Utara pada 2008, atas nama Hendro Leonardi diterbitkan di Jakarta Utara pada 2013; dan atas nama Hendro Leonardi diterbitkan di Jakarta Selatan pada 2017.

“Buronan Kejaksaan Agung Adelin Lis alias Hendro Leonardi tercatat pernah memegang Paspor RI sebanyak empat kali,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum, Ditjen Imigrasi Kemkumham Arya Pradhana Anggakara dalam keterangannya, Senin (21/6) menandaskan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads