Pengganti Wakapolri Idham Aziz? Iqbal Bandingkan dengan Timur Pradopo

15/08/2018, 12:22 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz (Evi Ariska/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komjen Pol Syafruddin resmi pensiun dini dari Kepolisian lantaran ditunjuk sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dia menggantikan Asman Abnur yang memutuskan untuk hengkang dari kabinet.

Lantas siapa pengganti Syafruddin di Korps Bhayangkara? Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, saat ini belum ada keputusan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait pengganti mantan pendampingnya itu.

"Tapi kita prediksi tidak lama lagi akan segera menunjuk wakapolri yang akan mendampingi Kapolri mengawaki institusi Polri," ujar Iqbal di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/8).

Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

Soal nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz yang santer terdengar menggantikan Syafruddin, Iqbal mempersilakan siapa saja untuk berasumsi.

"Tapi definitif, saya selaku jubir Polri mengatakan belum tahu siapa wakapolrinya. Kita serahkan saja ke Bapak Kapolri karena ini murni hak prerogratif Kapolri," tegasnya.

Soal apakah dari jenderal bintang dua atau tiga, kata Iqbal dua-dua bisa memungkinkan menempati posisi Wakapolri. Sebab jika perwira yang sudah menjadi bintang, tidak mengikuti mekanisme kepangkatan yang ada.

"Kalau sudah bintang seperti saya apabila dibutuhkan intitusi demi kepentingan organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara bisa dipercepat, sehari, dua hari," jelasnya.

Dia pun mencontohkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. "Kan sudah pernah ada dulu ketika kapolri semasa Jendral Timur Pradopo dari Kapolda Metro beberapa hari ke Barhakam terus Kapolri. Jadi cuma dalam satu minggu bisa melewati beberapa bintang," beber Iqbal.

Sementara dia menerangkan, pasti akan ada efek karambol jabatan ketika pejabat tinggi bintang dua yang langsung menempati posisi Wakapolri.

"Misal bintang dua jadi bintang tiga jabatan yang ditinggal akan ditutup atau diisi yang lain. Pasti ada dampak. Itu adalah gerbong mutasi," pungkas Iqbal. 

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi