alexametrics

Koalisi Guru Besar Dukung Komnas HAM Segera Periksa Firli Cs

Desak Pemulihan KPK
15 Juni 2021, 18:08:03 WIB

JawaPos.com – Dukungan untuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam memeriksa dugaan pelanggaran dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK terus mengalir. Kemarin (14/6) Koalisi Guru Besar Antikorupsi mendorong Komnas HAM segera meminta keterangan pimpinan KPK.

Koalisi Guru Besar Antikorupsi yang diwakili delapan gubes dari berbagai disiplin ilmu beraudiensi dengan Komnas HAM. Yakni, Azyumardi Azra, Sigit Riyanto, Sukron Kamil, Supriadi Rustad, Susi Dwi Harijanti, Ruswiati Suryasaputra, Hariadi, dan Atip Latipulhayat.

Azyumardi Azra dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan bahwa pihaknya mendesak agar KPK kembali dipulihkan. Pihaknya meminta atensi presiden. ’’Kami tetap menuntut presiden dalam waktu yang tersisa ini untuk memulihkan KPK kembali. Keluarkan perppu untuk membatalkan UU 19/2019,’’ tegasnya.

Dia mengkritik komisioner KPK yang diketuai Firli Bahuri yang tidak datang memenuhi panggilan Komnas HAM minggu lalu. Namun, pada kesempatan berbeda, pimpinan KPK datang ke Ombudsman RI. Padahal, menurut Azyumardi Azra, keduanya merupakan institusi negara yang punya kewenangan.

Susi Dwi Harijanti dari Universitas Padjadjaran juga mendorong agar Komnas HAM melakukan penyelidikan tidak hanya terkait 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan. Tetapi, juga melihat proses TWK yang dinilai cacat secara prosedur. Kecacatan prosedur itu bahkan dimulai sejak UU KPK. Di dalamnya menggunakan kata ’’dapat’’ dalam peralihan status kepegawaian.

Artinya, menurut Susi, ada kemungkinan pegawai ’’tidak dapat’’ diangkat menjadi ASN. Padahal, fungsi tugas KPK tidak berubah. ’’Maka, ketika terjadi pengangkatan, seharusnya tidak ada lagi tes-tes atau ujian karena mereka adalah pegawai yang sudah bertahun-tahun yang menjalankan fungsi tersebut. Tes itu tidak ada artinya menurut saya,’’ ungkap Susi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : deb/c17/fal

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads