alexametrics

Kivlan Zen Diperiksa Soal Pemberian Uang SGD 15 Ribu Dari Habil Marati

15 Juni 2019, 19:44:54 WIB

JawaPos.com – Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kakostrad), Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat (14/6) kemarin. Jenderal bintang dua itu diperiksa sebagai saksi untuk politikus PPP Habil Marati yang diduga berperan sebagai donatur dalam kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Kivlan diperiksa terkait aliran dana dari Habil Marati senilai SGD 15 ribu atau sekitar Rp 150 juta. “Tadi malam itu pak Kivlan dilakukan pemeriksaan sebagai saksi terhadap tersangka HM. Ya tentunya kan kita mengadakan pada dasarnya berkaitan dengan kepemilikan uang SGD 15 ribu,” ujar Argo di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (15/6).

Argo mengatakan, status Kivlan dalam pemeriksaan ini masih sebatas saksi. Purnawirawan TNI itu dicecar pertanyaan terkait dugaan pemberian uang tersebut “Tadi berkaitan dengan uang pemberian dari tersangka HM,” sambungnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (kedua kanan) didampingi jajaran terkait menunjukan barang bukti kasus kerusuhan pada 22 Mei dini hari di Polda Metro Jaya, Jakarta (22/5) malam. Polda Metro Jaya mengamankan 257 orang terkait aksi rusuh pada 22 Mei dini hari tadi dari tiga lokasi, dari ketiga TKP tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya bendera hitam, molotov, uang hingga amplop dan lain-lain. FOTO: SALMAN TOYIBI / JAWA POS

Sebelumnya, Kivlan menjalani pemeriksaan kurang lebih 5 jam di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (15/6). Seusai pemeriksaan Kivlan enggan berkomentar kepada awak media. Dia nampak langsung bergegas masuk ke dalam mobil berwarna hitam.

Diketahui, Habil Marati telah ditangkap oleh polisi dan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu bos lembaga survei. Dia diduga berperan sebagai pemberi uang Rp 150 juta kepada Kivlan untuk pembelian senjata.

Wadir Krimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary menyebut, Habil berperan sebagai pemberi dana sebesar Rp 150 juta kepada Kivlan Zen untuk keperluan pembelian senjata api.

“Tersangka HM ini berperan memberikan uang. Jadi uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api. Juga memberikan uang Rp 60 juta rupiah langsung kepada tersangka berinisial HK, untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api,” kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6).

Terungkapnya kasus ini membuat Kivlan disebut-sebut sebagai pemberi perintah untuk melakukan pembunuhan ini. Namun, sampai saat ini polisi belum merilis secara resmi apakah Kivlan sebagai otak intelektual atau ada pihak lain.

Enam tersangka yang telah ditahan juga sudah memberikan keterangan terkait dugaan adanya keterlibatan Kivlan Zen merancang pembunuhan terhadap empat tokoh nasional di antaranya Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads