alexametrics

Jelang Purnatugas, Pimpinan Kebut Kasus Mangkrak

15 Mei 2019, 14:28:13 WIB

JawaPos.com – Kepemimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019 sebentar lagi berakhir. Menjelang purnatugas para komisioner berusaha mengkebut kasus-kasus yang mangkrak.

Berdasar catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) terdapat 18 kasus yang belum terselesaikan oleh lembaga antirasuah tersebut. “Menjelang berakhir masa tugas, kami berusaha menyelesaikan 18 kasus yang menjadi catatan ICW,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di kantor KPK C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Salah satu kasus yang masih mangkrak di KPK, yakni perkara suap pengadaan mesin Rolls Royce Garuda Indonesia.

Dalam menuntaskan kasus Garuda Indonesia itu, Laode mengaku, hanya terbentur dengan masalah waktu pelimpahan. “Kalau Garuda sih itu sudah selesai tinggal pelimpahan saja jadi itu saya anggap selesai Garuda,” klaim Syarief.

Syarief menyebut, pihaknya belum bisa menahan dua tersangka, pengusaha Soetikno Sudarjo dan mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar. Sebab, dalam penahanan itu KPK memperhitungkan penyelesaian bukti-bukti untuk dibawa ke persidangan.

Apalagi dokumen yang terdapat dalam penyidikan bersama Corruption Practices Investigation Bureau (KPK Singapura) dan Serious Fraud Office (SFO) Inggris dalam bahasa Inggris sehingga perlu diterjemahkan untuk pembuktian.

“Kan ada batas waktu penahanan kan nggak boleh lebih dari waktu tertentu gimana kalau berkasnya belum selesai,” Kata Syarief.

“Bukti yang kami dapat itu berkasnya segini tebal. Habis itu semua bukti dalam bahasa Inggris. Kalau Bahasa Indonesia sebenaranya sudah lama jadi,” ujar Syarief sambil merentangkan tangan terhadap ketebalan dokumen berkas.

Meski begitu, Syarief memastikan penahanan terhadap dua tersangka akan dilakukan begitu perkara rampung. Semua perkara itu dirampungkan sebelum masa jabatan komisioner 2015-2019 berakhir. “Pokoknya kalau itu sudah ini itu akan enggak lama lagi. Pokoknya sebelum kami selesai lah,” jelas Syarief.

Sebelumnya, ICW bersama Transparency International Indonesia (TII) menyebut ada 18 kasus yang belum dituntaskan KPK. Terutama KPK semasa kepemimpinan periode 2015-2019.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyebut, dari 18 kasus itu di antara perkara suap perusahaan asal Inggris, Innospec, ke pejabat Pertamina, bailout Bank Century, proyek pembangunan di Hambalang, suap pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia, proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Kementerian Kehutanan.

Selain itu, kasus hibah kereta api dari Jepang di Kementerian Perhubungan, proyek pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan, suap Rolls Royce ke pejabat PT Garuda Indonesia, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP); hingga kasus Pelindo II.

“Kami mencatat paling tidak masih ada 18 perkara korupsi yang cukup besar yang masih ditunggak penyelesaiannya oleh KPK,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana di kantornya, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (12/5).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan