alexametrics

KPK Cecar Siesa soal ‘Hilangnya’ Bowo di Apartemen saat OTT

15 April 2019, 22:02:14 WIB

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang wanita bernama Siesa Darubinta, Senin (15/4). Dia menjalani pemeriksaan sekitar enam jam lamanya.

Namun, saat akan meninggalkan KPK tak ada kata yang terucap dari mulutnya. Dia memilih bungkam ketika ditanyai peran maupun kaitannya dalam kasus yang melilit anggota DPR Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjawab proses pemeriksaan yang dijalani Siesa selama enam jam lamanya.

Dia menjelaskan, penyidik mencecar dua hal terhadap Siesa. Salah satunya terkait sempat ‘menghilangnya’ Bowo di apartemen daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan ketika operasi tangkap tangan (OTT) pada Maret lalu.

Saat itu, jejak Bowo memang sempat tidak terendus tim KPK pada malam OTT tersebut. Hingga dini harinya tim baru berhasil menangkap Bowo di kediamannya. “(Pemeriksaan Siesa Darubinta) terkait pengetahuannya tentang keberadaan BSP (Bowo Sidik Pangarso) di apartemen saat OTT terjadi,” ucapnya, Senin (15/4).

Febri menambahkan, pemeriksaan terhadap Siesa hari ini dalam kapasitasnya sebagai saksi fakta. Berdasarkan pada konferensi pers KPK saat penetapan tersangka Bowo, Siesa memang disebut sempat diamankan, meski kemudian dilepaskan.

“Selain itu, yang kedua penyidik juga mencecar sejauh mana saksi mengetahui aliran dana dalam kasus ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Siesa ialah seorang wanita yang sempat diamankan oleh KPK di sebuah apartemen.

Saat OTT itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaidtan menyatakan Bowo sempat kabur ketika timnya tengah mengurus prosedur masuk ke dalam kawasan apartemen untuk meng-OTT Bowo. Namun, saat waktu menunggu itu, ternyata Bowo memanfaatkan untuk keluar dari apartemen.

“Banyak makan waktu (urus prosedur). Nah ‎waktu itu dimanfaatkan yang bersangkutan untuk keluar (kabur) dari apartemen,” imbuh Basaria.

Alhasil, KPK hanya mengamankan dua orang yaitu sopir Bowo dan seorang wanita bernama Siesa Darubinta dari apartemen tersebut. Lalu, dini harinya Kamis (28/3), KPK berhasil mengamankan Bowo Sidik di kediamannya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, dalam perkara ini KPK menetapkan tiga tersangka, selain Bowo, ada Asty dan Indung.

Anggota Komisi VI DPR ini diduga menerima suap dari Asty lewat seseorang bernama Indung dengan jumlah sekitar Rp 1,5 miliar dalam 6 kali pemberian dan Rp 89,4 juta yang disita saat OTT terhadap Bowo.

Suap itu diduga diberikan agar Bowo membantu proses perjanjian penggunaan kapal PT HTK oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Selain duit dari Asty, Bowo diduga menerima gratifikasi Rp 6,5 miliar. Asty dan Indung juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian, uang Rp 1,5 miliar dan Rp 6,5 miliar alias senilai Rp 8 miliar itu kemudian disita KPK dalam 400 ribu amplop. KPK menduga amplop-amplop itu bakal digunakan untuk serangan fajar demi kepentingan pemilu legislatif yang diikuti Bowo. Bowo merupakan caleg DPR dapil Jateng II nomor urut 2 dari Partai Golkar.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Intan Piliang