JawaPos Radar

7 Aksi Penyerangan di Awal 2018, Mayoritas Pelaku Sakit Jiwa

15/02/2018, 16:11 WIB | Editor: Ilham Safutra
7 Aksi Penyerangan di Awal 2018, Mayoritas Pelaku Sakit Jiwa
KH Umar Basri mengalami luka usai diserang orang gila (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Awal 2018 publik diramaikan sejumlah kasus penyerangan terhadap pemuka agama ataupun rumah ibadah. Kasus itu memang benar kejadiannya dan ada juga bernuansa bohong (hoax). Berikut rinciannya:

1. Penyerangan terhadap KH Umar Basri

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu, dianiaya AS pada 27 Januari 2018. Dia dipukul saat berada di dalam masjid hingga wajahnya berdarah-darah.

7 Aksi Penyerangan di Awal 2018, Mayoritas Pelaku Sakit Jiwa
Dua ulama diserang orang gila hingga terluka (Istimewa)

Pemukulan terhadap ulama yang biasa disapa Ceng Emon itu terjadi sekitar pukul 5.30 WIB. Ketika itu, korban baru saja selesai menunaikan salat subuh dan zikir di Masjid Al Hidayah. Selesai salat, para jamaah keluar. Di dalam tinggal korban dan AA yang kini sudah menjadi tersangka.

Selanjutnya, lampu masjid dimatikan. Ketika sedang zikir, Ceng Emon tiba-tiba diserang. Pukulan tangan kosong bertubi-tubi mengarah ke wajah sang kiai. Pelaku juga menendang kotak. Dari hasil penyidikan Polri, pelaku terdeteksi memiliki riwayat kejiwaan.

2. Penyerangan terhadap Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam Indonesia (Persis), HR Prawoto

Kejadian bermula ketika AM, menggedor rumah korban di Blok Sawah RT 01/03 Kelurahan Cigondewah Kidul Kecamatan Bandung Kulon, Bandung, Kamis (1/2) pagi, kemudian ditegur oleh korban. Namun, pelaku mengejar korban sambil membawa potongan pipa besi, pada saat korban dikejar, dia terjatuh.

AM lantas memukuli korban beberapa kali yang mengakibatkan korban mengalami luka patah tangan kiri dan luka terbuka pada kepala. Setelah kejadian, Prawoto langsung dibawa ke RS. Santosa oleh keluarga dan meninggal dunia di rumah sakit. Diduga, pelaku sendiri mengalami depresi.

3. Hoax Ustad Sulaiman Dibacok

Viral di media sosial Facebook, gambar seseorang disebut Ustad Sulaiman dari Desa Sinar Asih, Cigudeg, Bogor, wajahnya bersimbah darah. Dikatakan dalam akun di media sosial tersebut bahwa dia diserang orang tidak dikenal.

Namun, Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky mengatakan kabar tersebut hoax. Adapun benar ada pembacokan atas nama Sulaiman di Bogor namun bukanlah ulama.

"Setelah dilakukan konfirmasi dan pengecekan bahwa ternyata bahwa yang terjadi itu adalah pembacokan bukan terhadap ulama," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (8/2).

Kejadian pembacokan tersebut pun bukan terjadi di Desa Sinar Asih. "Tetapi di Banyuasih yang berjarak empat jam dari Kecamatan Cigudeg," tambahnya.

Adapun kejadian pembacokan tersebut berlangsung pada Selasa (6/2). Pelakunya, adalah tetangganya sendiri yang bernama Jamhari yang mengidap gangguan jiwa. Lagi pula, peristiwa pembacokan tersebut tidak dilaporkan ke polisi karena mereka menyelesaikan dengan cara kekeluargaan.

4. Pengeroyokan Ustad di Palmerah

Peristiwa pengeroyokan Ustad Abdul Basit terjadi Sabtu (10/2) kemarin. Polisi menyebut ada 11 orang yang mengeroyok Basid yang dikenal sebagai ulama dan khatib oleh warga sekitar.

Pelakunya adalah para ABG. Mereka kesal saat ditegur korban. Tercatat, sudah dua kali sebelum kejadian pengeroyokan itu Ustad Abdul Basit memberikan teguran. Pengerokan tersebut terjadi ketika korban hendak pulang ke rumah. Tak cuma pria, ada juga tiga wanita ikut-ikutan dalam kelompok ini.

5. Penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta

Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, diserang sekitar pukul 07.50 WIB, Minggu (11/2) pagi. Adapun Suliono, warga Banyuwangi yang menjadi pelakunya.

Kejadian bermula ketika Suliono masuk dari pintu gereja bagian barat langsung menyerang seorang jemaat, Martinus Parmadi Subiantoro dan mengenai punggung.

Mengetahui itu, jemaat yang berada di belakang atau kanopi langsung membubarkan diri. Pelaku lantas masuk ke gedung utama gereja sambil mengayun-ayunkan senjata tajam.

Ketika para jemaat berusaha membubarkan diri, Suliono berlari ke arah koor dan langsung menyerang Romo Prier yang sedang memimpin misa dan pelaku juga menyerang para jemaat yang masih berada di dalam gereja dan mengenai korban atas nama Budi Purnomo.

Ketika itu, pelaku masih mengayun-ayunkan senjata tajamnya ke patung Yesus dan patung Bunda Maria yang berada di mimbar gereja. Tak lama, petugas Polsek Gamping yang dihubungi para jemaat pun datang ke lokasi.

Salah seorang petugas, Aiptu Al Munir, langsung mencoba melakukan negosiasi kepada pelaku agar menyerahkan diri. Namun pelaku berusaha menyerang petugas dan tangan Aiptu Al Munir pun terkena tebasan senjata tajam itu. Akhirnya, dia dilumpuhkan dengan timah panas. Diduga, dia memiliki paham radikal. Suliono pun sempat beberapa kali ingin ke Suriah namun gagal.

6. Tunawisma Dituduh PKI

Viral kembali di media sosial, video dan foto terkait ditangkapnya seorang pria yang diduga sebagai pengikut paham ideologi komunis, PKI, Kamis (13/2). Dalam video tersebut, korban diperlakukan secara kasar dengan cara pelecehan, kekerasan, dan pembullyan oleh sekelompok warga di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Namun, ternyata, korban adalah seorang tunawisma yang mengidap gangguan jiwa asal Pemalang. Atas kejadian tersebut, Polres Bogor mengamankan enam pelaku dan penyebar video persekusi tersebut.

7. Penyerangan Masjid Baiturrahim, Tuban

Masjid Baiturrahim yang terletak di Jalan Sumurgempol No. 77 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban dirusak. Adapun pelakunya bernama Zaenudin, 40, yang merupakan warga Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kejadian bermula ketika pelaku datang dan melakukan salat Ashar kemudian berdialog dengan masyarakat. Pukul 17.30 WIB yang bersangkutan pun meninggalkan masjid.

Namun menjelang salat Isya, Zaenudin muncul kembali serta mengikuti salat berjamaah namun membuat barisan atau saf sendiri. Setelah mengerjakan salat Isya dia berdiam diri di masjid.

Hingga sekitar pukul 01.00 WIB, warga bernama Muhammad bertanya maksud Zaenudin di masjid itu. Namun, dia malah mendapat bogem mentah hingga akhirnya Muhammad keluar masjid dan memberi tahu warga lainnya.

Tak lama, sekitar pukul 01.30 WIB itulah pelaku melakukan perusakan terhadap kaca Masjid Baiturrahim. Mendengar adanya suara pecahan kaca tersebut warga sekitar masjid mulai berdatangan dan meneriaki pelaku untuk menghentikan perbuatannya.

"Namun dijawab oleh pelaku bahwa siap untuk mati," ulas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi, Selasa (13/2). Hingga akhirnya, pukul 03.00 WIB, pihak kepolisian setempat datang dan membawa pelaku ke RSU Tuban.

Frans mengatakan, dari hasil interograsi dan pemeriksaan sementara terhadap keluarga pelaku, disampaikan bahwa Zaenudin benar mengalami gangguan kejiwaan yang mengakibatkan ia berperilaku menyimpang.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up