alexametrics

Catat! Idrus Marham Siap Buka-Bukaan Aliran Duit PLTU Riau-1 ke Golkar

15 Januari 2019, 15:28:10 WIB

JawaPos.com – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengaku akan membeberkan terkait aliran suap proyek PLTU Riau-1 yang diduga digunakan untuk musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar pada 2017 lalu. Pasalnya Rp 2, 250 miliar diduga diperuntukan untuk Munaslub Golkar.

“Nanti kita akan terang-terangan,” kata Idrus usai menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Mantan sekertaris jenderal (Sekjen) Partai Golkar ini mengaku akan menguraikan terkait dakwaan jaksa KPK tersbut. Dia menilai, fakta persidangan akan memperjelas dugaan aliran proyek PLTU Riau-1 yang masuk ke Munaslub Golkar.

“Semua kita akan uraikan. Jadi ya biarlah nanti proses persidangan yang akan mengungkap fakta-fakta kebenaran yang diproyeksikan akan menjadi dasar dalam mengambil putusan itu,” ungkapnya.

Namun Idrus mengklaim, dirinya tidak menerima aliran uang yang didakwakan jaksa KPK kepadanya. Dia menyebut hanya beberapa hari menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar.

“Jadi rentang waktu saya jadi Plt itu tidak memiliki kewenangan apapun, karena ketua umum sebelumnya Setya Novanto,” jelasnya.

Sebelumnya, Idrus Marham didakwa menerima suap senilai Rp 2,250 miliar terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1. Uang tersebut diberikan oleh pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Idrus dinilai berperan atas pemberian uang dari Kotjo yang diduga digunakan untuk membiayai musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar pada 2017.

Selain itu, Idrus juga disebut meminta agar Kotjo membantu pendanaan suami Eni Saragih, Muhammad Al Khadzik saat mengikuti pemilihan kepala daerah Temanggung.

Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Catat! Idrus Marham Siap Buka-Bukaan Aliran Duit PLTU Riau-1 ke Golkar